Perang Sarung Terjadi di Surabaya Usai Kalah Balap Sepeda, 1 Anak Terluka
Kamis, 21 Mar 2024 16:39 WIBPemicu perang sarung itu adalah kekalahan dari salah satu kelompok saat adu balap sepeda.
Pemicu perang sarung itu adalah kekalahan dari salah satu kelompok saat adu balap sepeda.
"Mengamankan ranmor (kendaraan bermotor) sebanyak 25 unit," jelas Kapolsek Gondang, AKP Suwiji.
Polres Mojokerto Kota menggagalkan perang sarung yang melibatkan puluhan pelajar SD hingga SMA di sekitar Pasar Ketidur, Surodinawan, Prajurit Kulon.
Satpol PP Surabaya mengamankan 6 bocah yang diduga hendak perang sarung di Jalan Kapas Madya Gading.
"Kami menemukan ada dua jenis luka akibat kekerasan benda tumpul dan benda tajam," jelas Dokter Forensik RS Pusdik Bhayangkara Porong, Dr. Ahmad Yudianto.
"Ini perlu ada perhatian khusus. Kami siapkan pendamping sosial," ujar Kadinsos Jember, Ahmad Helmi Lukman.
Di rumah kosong Blok D nomor 38 itu, warga mendapati remaja tersebut melahirkan seorang diri.
Korban ditemukan di kedalaman kurang lebih 3 meter di lokasi titik kejadian, dalam kondisi meninggal dunia.
Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Aldhino Prima Wirdhan mengaku telah menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan.
Saat ini pemuda itu telah berada di Polres Situbondo.
Sebagai upaya preventif setiap malam pihak kepolisian selalu menggelar patroli di wilayah hukumnya untuk mencegah adanya gangguan ketertiban di masyarakat.
"Saat ini 5 orang sudah kami periksa dan telah mengerucut kepada seseorang terduga pelaku," Kanit Reskrim Polsek Bubutan Ipda Vian Wijaya.
AD menderita luka menganga di kepala bagian kanan akibat dibacok lawannya. Sampai sekarang, AD masih terbaring di RSUD dr Soetomo.
Dari 5 anak punk yang diamankan Tim Satreskrim Polres Gresik, dua di antaranya ditetapkan tersangka.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono menyebut bahwa korban As yang kritis sudah selasai menjalani operasi di RSU dr. Soetomo.