Satu dari Dua Remaja yang Dibacok Kelompok Tak Dikenal di Surabaya Kritis

Satu dari Dua Remaja yang Dibacok Kelompok Tak Dikenal di Surabaya Kritis © mili.id

Warga menunjukkan foto kondisi As, korban pembacokan di Surabaya (Foto: Rama Indra/mili.id)

Surabaya - Satu dari dua remaja yang dibacok kelompok tak dikenal di Jalan Dupak depan Pasar Grosir Surabaya (PGS) dilaporkan kritis.

Dua remaja korban pembacoka itu adalah Ar (18), asal Kendangsari dan As (16), asal Gundhi, Bubutan, Surabaya. Mereka dibacok saat tawuran sekitar pukul 04.00 WIB, Kamis (25/1/2024).

Baca juga: Persebaya Taklukkan Persija 1-0, Debut Shin Tae-yong Berakhir Pahit di Piala Presiden 2026

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono menyebut bahwa korban As yang kritis sudah selasai menjalani operasi di RSU dr. Soetomo.

"Kami masih melakukan penyelidikan. Dugaan di Bubutan ini dilakukan kelompok gangster tawuran. Satu korban parah terkena sabetan sajam. Usai dioperasi dan salah satunya (As) kritis," terang Hendro, Jumat (26/1/2024) sore.

Menurut Hendro, Tim Resmob telah diterjunkan untuk mem-backup Polsek Bubutan dalam mengungkap kasus ini.

Sebelumnya Kanit Reskrim Polsek Bubutan, AKP Vian Wijaya menyebut bahwa tawuran itu diduga melibatkan kelompok remaja Dupak dan Magersari.

Baca juga: Aliansi Kalijudan Bersih, Desak Pengurus LPMK Mundur dan Dugaan Pungli Diusut Tuntas

"Kelompok tawuran dipetakan sementara dari remaja Dupak dan Magersari. Tawuran terjadi depan PGS, pukul 04.00 WIB. Dua orang terluka akibat sabetan sajam di bagian kepala dan bahu," jelas Vian.

Terpisah, dari kesaksian Wakil RT 08 Gundi, Deni menyebut memang ada sekelompok remaja tak dikenal yang sedang bersiap menggelar tawuran di Jalan Dupak pada Kamis (25/1/2024) sekitar pukul 02.00 WIB.

"Tawuran terjadi dua kali, jam dua dan empat pagi hingga tumbang dua korban," papar Deni.

Baca juga: DPMM FC Gagal Pertahankan Keunggulan, Tampines Rovers Paksa Laga Berakhir Imbang 2-2 di Piala Presiden 2026

Deni mengatakan bahwa korban As yang mengalami luka bacok di kepala itu salah satu warganya. Katanya, korban pelajar SMP kelas tiga.

"As selesai dioperasi, ia SMP kelas 9. Anak kedua dari tiga bersaudara. Kami di sini sama-sama gelisah. Di Jalan Dupak sering dijadikan lokasi remaja tawuran," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait