Dua Remaja Tergeletak Bersimbah Darah di Sidoarjo, 1 Tewas dan 1 Lainnya Kritis

Dua Remaja Tergeletak Bersimbah Darah di Sidoarjo, 1 Tewas dan 1 Lainnya Kritis © mili.id

Warga berkerumun melihat kondisi dua remaja yang tergeletak bersimbah darah di Sidoarjo (Foto: Ist)

Sidoarjo - Dua remaja ditemukan bersimbah darah di Jalan Pahlawan, Sidoarjo, Minggu (10/3/24). Satu di antaranya tewas, satu lainnya kritis.

Dua remaja dengan penuh luka bacok itu ditemukan warga yang melintas di lokasi, sekitar pukul 03.00 WIB. Keduanya tergeletak di tengah jalan.

Baca juga: Gedangan Juara Umum MTQ ke-32 Sidoarjo, Bupati Subandi Siapkan Dua Tiket Umrah untuk Para Juara

Peristiwa itu masih dalam penyelidikan Polresta Sidoarjo. Penyelidikan dimulai dengan melakukan autopsi terhadap jasad korban di Rumah Sakit Pusdik Bhayangkara Porong.

Diketahui, korban tewas berinisial AM (17), asal Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan korban kritis bernama LH (20), asal Desa Tanjung Sari.

Dokter Forensik RS Pusdik Bhayangkara Porong, Dr. Ahmad Yudianto mengatakan, berdasarkan permintaan keluarga dan Polresta Sidoarjo, jenazah korban tewas selesai dilakukan autopsi.

Menurut Yudianto, hasil autopsi tersebut menunjukkan bahwa AM tewas karena kekerasan benda tumpul di kepala, wajah dan dada. Namun pada tubuh AM juga ditemukan luka akibat benda tajam.

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Banding Putusan PTUN soal Tembok Mutiara Regency, Warga Siap Hadapi Proses Hukum

"Saat dibawa ke kamar jenazah, korban ini sudah meninggal dunia dan pakaiannya masih lengkap. Kami menemukan ada dua jenis luka akibat kekerasan benda tumpul dan benda tajam," jelas Yudianto.

Yudianto menambahkan, ada banyak luka pada tubuh AM, mulai area wajah, leher, dada dan lengan serta kaki.

"Kami lakukan pemeriksaan dalam, di mana patah tulang tengkorak terjadi di kepala. Paling parah di bagian kiri. Kemudian pendarahan juga terjadi pada otak," beber dia.

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Genjot Pembebasan Lahan Flyover Gedangan Demi Urai Kemacetan

Bagian terparah lainnya ada di bagian dada. Di mana terdapat beberapa tulang dada patah hingga sebabkan pendarahan ke otak.

"Kami simpulkan dari hasil pemeriksaan, bahwa, penyebab kematiannya adalah kekerasan tumpul di wajah, yang menyebabkan patah tulang tengkorak, serta pendarahan di otak," tambahnya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Agus Sobarnapraja membenarkan kejadian tersebut. Namun pihaknya masih belum menjelaskan detail terkait rangkaian kejadian tersebut.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait