Pemuda di Surabaya Tewas Diduga Dikeroyok Gangster, CCTV Disebut Buram
Jumat, 16 Agu 2024 21:50 WIBKeluarga korban mengungkapkan kebingungannya, setelah anggota Polsek Lakarsantri tak memperlihatkan rekaman CCTV kepada pihaknya.
Keluarga korban mengungkapkan kebingungannya, setelah anggota Polsek Lakarsantri tak memperlihatkan rekaman CCTV kepada pihaknya.
Korban dirawat di dua rumah sakit sebelum menghembuskan napas terakhirnya.
Korban meninggal setelah mengeluh sakit di bagian kepala.
"Kami menemukan ada dua jenis luka akibat kekerasan benda tumpul dan benda tajam," jelas Dokter Forensik RS Pusdik Bhayangkara Porong, Dr. Ahmad Yudianto.
"Saya membutuhkan pendamping yang benar-benar membela saya. Untuk menguak kebenaran tentang proses hukum yang seadil-adilnya," ungkap Suyanti.
"Tidak ada inisiatif dari pihak pesantren mengucapkan belasungkawa atau ke sini langsung menyampaikan permintaan maaf," ungkap Suyanti, ibu kandung korban.
Suyanti menceritakan hal itu setelah mendapat pengakuan dari FTH, sepupu korban yang juga menimba ilmu di ponpes tersebut.
"Kami mengamankan empat orang dan sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Semua adalah santri di ponpes itu," ujar Kapolres Kediri Kota, AKBP Bramastyo Priaji.
Ponpes tempat korban menimba ilmu itu berada di Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.
Penyidik Satreskrim Polres Situbondo telah menetapkan dua orang sebagai tersangka.
Ibu korban tahu dari tetangganya, yang mengabarkan bahwa anaknya yang nomor tiga dari lima bersaudara sudah tak bernyawa.
Triwiana (56), kakak kandung korban tampak membendung air matanya, saat melihat makam adiknya dibongkar.
Kejadian diawali adanya pengakuan wanita pedagang kucur itu kepada suaminya.