Kapolres Kediri Kota, AKBP Bramastyo Priaji (kanan) - (Foto: Instagram Polres Kediri Kota)
Kediri - Polisi menetapkan empat santri Pondok Pesantren PPTQ Al Hanifiyyah, Kediri sebagai tersangka atas tewasnya Bintang Balqis Maulana (14), santri asal Banyuwangi.
Kapolres Kediri Kota, AKBP Bramastyo Priaji menjelaskan bahwa keempat tersangka merupakan santri di ponpes yang berada di Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri tersebut.
Baca juga: Polres Kediri Kota Ringkus Pelaku Spesialis Pecah Kaca Mobil, Beraksi di 13 TKP Lintas Daerah
Baca juga: Santri asal Banyuwangi Tewas, Begini Penjelasan Pengasuh Ponpes di Kediri
"Setelah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, kami mengamankan empat orang dan statusnya sudah kami naikkan sebagai tersangka. Semua adalah santri di ponpes itu," ujar Bramastyo kepada wartawan, Senin (26/2/2024).
Bramastyo membeberkan identitas keempat tersangka, yaitu MN (18) asal Sidoarjo, MA (18) asal Nganjuk, AF (16) asal Denpasar dan AK (17) asal Surabaya.
"Penyelidikan kami lakukan setelah kami mendapat informasi dari teman-teman Polresta Banyuwangi yang mendapat laporan atas meninggalnya santri asal Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, berinisial BM," ungkap dia.
Baca juga: Budidaya Uwi Ungu Polres Kediri Terus Berkembang Dukung Ketahanan Pangan Lokal
Setelah mendapat informasi itu, Tim Satreskrim Polres Kediri Kota kemudian melakukan penyelidikan dan melakukan identifikasi di Pondok Pesantren (Ponpes) PPTQ Al Hanifiyyah, Kediri.
"Ungkap kasus ini adalah hasil kerjasama antara Satreskrim Polres Kediri Kota dan Polresta Banyuwangi," ungkap dia.
Terkait motif keempat tersangka melakukan pengeroyokan, Bramastyo mengaku masih terus mendalaminya.
Baca juga: Jelang Purna Tugas, Personel Polres Kediri Terima Kenaikan Pangkat Pengabdian
"Namun dugaan sementara, karena adanya ketersinggungan antara santri di ponpes itu," jelas dia.
Sementara untuk dugaan adanya kelalaian pengurus dan pengasuh ponpes, Bramastyo juga menyebut bahwa hal itu masih terus dikembangkan.
Editor : Narendra Bakrie
