AD kritis di RSUD dr Soetomo (ist)
Surabaya - Unit Reskrim Polsek Bubutan telah memeriksa sebanyak 5 orang dengan status sebagai saksi tawuran di depan Pusat Grosir Surabaya (PGS), di Jalan Dupak, Bubutan, yang mengakibatkan dua korban pembacokan, Kamis (25/01/2024) dini hari.
Kanit Reskrim Polsek Bubutan Iptu Vian Wijaya mengatakan, dari pemeriksaan terhadap 5 orang remaja itu, polisi langsung melakukan pengembangan dan kini mengejar seorang terduga pelaku pembacokan.
"Saat ini 5 orang sudah kami periksa dan telah mengerucut kepada seseorang terduga pelaku, yang tengah kami lakukan pengejaran," katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (27/01/2024).
Sementara itu dua korban yakni, AK (18), asal Kendangsari yang jadi korban bacok di bagian bahu sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan beberapa hari di RSUD dr. Soetomo.
Sedangkan korban AD remaja asal Jalan Gundih IV, Bubutan, Surabaya, jadi korban pembacokan di bagian kepala.
"Kemarin dapat kabar kondisi korban yang luka di bahu sudah pulang, tapi yang luka di kepala masih di RSUD dr Soetomo. Semoga saja tidak terjadi apa-apa," tambahnya.
Adanya insiden tawuran yang belakangan marak di Surabaya ini, Vian mengimbau para orang tua lebih memperhatikan anaknya yang menginjak usia remaja. Menurutnya, para remaja ini kebanyakan tengah berproses mencari jati diri.
"Orang tua berperan besar dalam mendidik anaknya. Sebagai ujung tombak, para orang tua harusnya lebih memperhatikan dan menjaga anak-anaknya," pungkasnya.
Untuk korban AD, menurut keterangan keluarga, bila dirinya keluar rumah ketika semuanya sedang tidur lelap.
HAl ini disampaikan kakak AD, Meizka Putri bercerita, adiknya yang baru menginjak usia 15 tahun itu diduga keluar saat semua orang di rumahnya sedang tertidur. Keluarga kaget setelah mendapat kabar bila AD mengalami luka bacok.
"Padahal anak itu pas malam setahu keluarga sudah di kamar, sudah tidur. Tapi kok ternyata pas semua sudah tidur dia keluar," katanya seraya meneteskan air mata saat ditemui di kediamannya.
Editor : Aris S
