Masjid Agung Darussalam Mojokerto: Berumur 131 Tahun, Arsitek Ala Majapahit-Arabian

Masjid Agung Darussalam Mojokerto: Berumur 131 Tahun, Arsitek Ala Majapahit-Arabian © mili.id

Masjid Agung Darussalam Mojokerto (Foto: Nana/mili.id)

Mojokerto - Masjid Agung Darussalam Jalan Nasional Bypass Mojokerto-Surabaya, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, menjadi salah satu masjid tertua di Kabupaten Mojokerto

Umur masjid ini mencapai 131 tahun, setelah pertama kali dibangun pada 15 Januari 1893 oleh Raden Adipati Kromo Djoio Adi Negoro, yang saat itu menjabat sebagai bupati.

Baca juga: Laporan Keuangan Dinyatakan Wajar, BAZNAS Mojokerto Pertahankan Predikat WTP

Raden Adipati Kromo Djoio Adi Negoro tercatat sebagai bupati kelima Mojokerto. Masjid ini dibangun di atas tanah seluas 1,2 hektar yang memiliki dua lantai dan berkapasitas sekitar 5000 jemaah.

"Masjid ini dulu dibangun oleh Bupati Mojokerto Raden Adipati Kromo Djoio Adi Negoro Tahun 1893," ungkap Ketua Takmir Masjid Agung Darussalam, H Mansyur Tohir, Jumat (22/3/2024).

Masjid Agung Darussalam Mojokerto (Foto: Nana/mili.id)Masjid Agung Darussalam Mojokerto (Foto: Nana/mili.id)

Hanya saja, Tahun 2007 lalu, masjid ini dilakukan renovasi untuk perluasan dan perbaikan oleh Pemkab Mojokerto. Sehingga bangunan masjid lawas peninggalan Raden Adipati Kromo Djoio Adi Negoro dibongkar.

Plakat pembangunan Masjid Agung Darussalam pertama yang terbuat dari kayu masih ada dan disimpan dengan baik oleh takmir masjid.

Baca juga: BULOG Mojokerto Salurkan 810 Ribu Liter MinyaKita, Jaga Harga Tetap Stabil di Tiga Daerah

Mansyur menambahkan, terdapat 15 pilar menyangga lantai 1 dan lantai dua masjid yang memiliki ornamen ukiran dengan konsep Majapahit dan Arabian.

"Ornamen ini ukiran semua dari Jepara mulai dari depan sampai tiang-tiang ini semua. Konsepnya adalah Majapahitan dan Arabian itu konsep awal," bebernya.

Masjid Agung Darussalam Mojokerto (Foto: Nana/mili.id)Masjid Agung Darussalam Mojokerto (Foto: Nana/mili.id)

Meski begitu, lanjut Mansyur, masih ada bangunan masjid lawas yang sengaja disisakan sebagai penanda. Itu ada di bagian depan masjid yang dijadikan sebagai pendopo.

Baca juga: 968 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Siap Turun ke Lapangan, Bupati Mojokerto Tekankan Akurasi Data

"Bangunan masjid lama masih ada setelah dibongkar itu yang lama masih dipertahankan ditaruh di depan yang digunakan sebagai pendopo," tambahnya.

Saat Bulan Suci Ramadan ini, masjid yang berada di ruas jalan arteri tersebut sering dijadikan tempat salat sekaligus beristirahat pengendara untuk menantinya buka puasa.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait