Dapur Umum Suplai 10 Ribu Nasi Bungkus Sehari ke Warga Terdampak Banjir Mojokerto

Dapur Umum Suplai 10 Ribu Nasi Bungkus Sehari ke Warga Terdampak Banjir Mojokerto © mili.id

Aktivitas dapur umum yang didirikan Pemkab Mojokerto untuk menyuplai kebutuhan makanan bagi warga terdampak banjir (Foto: Nana/mili.id)

Mojokerto - Sebanyak 10 ribu nasi bungkus didistribusikan dapur umum Tagana Dinsos Kabupaten Mojokerto untuk warga terdampak banjir setiap hari.

Dapur umum itu dibuka di Balai Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Baca juga: Laporan Keuangan Dinyatakan Wajar, BAZNAS Mojokerto Pertahankan Predikat WTP

Pendistribusian nasi bungkus untuk empat desa di tiga kecamatan yang terdampak ini dilakukan sejak hari pertama banjir, pada Rabu (6/3/2024).

Di Kecamatan Mojosari, Desa Kedunggempol sebanyak 2.500 bungkus dan Desa Jotangan 400 bungkus.

Sementara di Desa Ngerame, Kecamatan Pungging tersuplai 1.500 bungkus, dan Desa Salen, Kecamatan Bangsal sebanyak 200 bungkus.

"Sehari total 10 ribu nasi bungkus, tapi untuk satu kali pengiriman suplai di empat desa tersebut sebanyak 5 ribu bungkus," ujar Kadinsos Kabupaten Mojokerto, Try Rahardjo, Kamis (7/3/2024).

Aktivitas dapur umum yang didirikan Pemkab Mojokerto untuk menyuplai kebutuhan makanan bagi warga terdampak banjirAktivitas dapur umum yang didirikan Pemkab Mojokerto untuk menyuplai kebutuhan makanan bagi warga terdampak banjir

Total dalam satu hari, dapur umum membutuhkan 1 ton beras, 20 krat telur ayam, 25 dus sarden, tahu maupun tempe yang harus diolah dan dikirim sebanyak dua kali. Pagi hari pukul 07.00 WIB, dan makan malam sekitar pukul 18.00 WIB.

Baca juga: BULOG Mojokerto Salurkan 810 Ribu Liter MinyaKita, Jaga Harga Tetap Stabil di Tiga Daerah

"5 ribu bungkus nasi satu kali kirim ini butuh 5 kwintal beras dalam satu kali masak. Sehari dua kali masak dan disuplaikan lewat perangkat desa masing-masing," jelas Tejo-sapaan akrabnya.

Dapur umum ini beroperasi 24 jam dibantu puluhan personel gabungan Tagana Kabupaten Mojokerto, Kediri, Jombang, Kota Batu, Sidoarjo, PKH, dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).

Nantinya, dapur umum terus mengolah hingga menyuplai ribuan bungkus nasi ke warga di empat desa terdampak hingga bisa beraktivitas secara mandiri kembali.

"Tentu kita optimalkan sampai warga bisa beraktivitas secara mandiri kembali," ujarnya.

Baca juga: 968 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Siap Turun ke Lapangan, Bupati Mojokerto Tekankan Akurasi Data

Pantauan mili.id di lapangan, hingga hari Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari masih terendam banjir. Debit air naik sejak pukul 22.00 WIB, Rabu (6/3/2024).

Begitu pula dengan Desa Ngerame, Kecamatan Pungging. Baik warga, barang berharga, dan hewan ternak terus dievakuasi hingga pukul 12.00 WIB, Kamis (7/3/2024).

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait