Dilaporkan Penganiayaan Suami Siri Teman Bisnis, Kades di Probolinggo Buka Suara

Dilaporkan Penganiayaan Suami Siri Teman Bisnis, Kades di Probolinggo Buka Suara © mili.id

Kades Bulu Dimas Eko Romadhoni (kiri) dan istrinya (tengah) serta Jessica (istri siri pelapor) saat mengklarifikasi dugaan kasus penganiayaan.(Foto : Fades/Mili.id)

Probolinggo - Kepala Desa (Kades) Bulu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Dimas Eko Romadhoni yang sebelumnya dilaporkan dugaan kasus penganiayaan usai tepergok berduaan dengan istri siri pelapor akhirnya buka suara.

Klarifikasi itu dilakukan pada Selasa (13/2/2024) sore di rumahnya di Dusun Krajan, Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan. Terlapor juga menghadirkan Jessica Armelia didampingi keluarga, istri siri Yopie Dwi Sulak (33), warga Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo yang merupakan pelapor.

Baca juga: Hari Bhayangkara ke -80, Polres Probolinggo Salurkan Bantuan Alat Pertanian dan Droping 10 Ribu Liter Air Bersih di Banyuanyar

Dimas mengatakan jika keterangan dari pelapor tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Menurutnya, dirinya bersama Jessica (istri siri pelapor) tidak ada hubungan spesial ataupun berselingkuh, pertemuan itu hanya untuk membahas bisnis.

"Tidak ada hubungan apapun atau tidak selingkuh, pertemuan pas di Pom Semampir kemarin hanya membahas bisnis karena saya butuh uang lalu minta saran ke Jessica untuk menggadaikan mobil Innova saya. Tidak lebih, hanya itu saja," kata Dimas didampingi istrinya.

Baca juga: Perhitungan Selesai, Rukhayani Hanya Raih 23 Persen dari DPT, Kemenangan yang Disebut Tak Mewakili Mayoritas Warga Suko

Di sisi lain, lanjut Dimas, jika ada hubungan spesial antara dirinya dan Jessica, tidak mungkin dirinya meminta kepada istrinya untuk menjemput Jessica ke Pom Semampir, setelah ada perkelahian, karena dirinya langsung ke Polres Probolinggo untuk melaporkan.

"Pas saya tinggal ke polres untuk laporan, saya langsung menghubungi istri dan meminta agar menjemput Jessica di pom. Tidak mungkin kalau saya selingkuh, saya langsung minta istri jemput dan alasan bertemu di dalam mobil karena kalau di luar takut ada spekulasi liar," jelas Dimas.

Baca juga: Golput Menang, Pengamat Sebut Panitia Pilkades Suko Gagal

Perihal penganiayaan, menurut Dimas, dirinya yang seharusnya menjadi korban, mengingat setelah sempat cekcok, Yopie langsung memukul. Sontak saja, karena ingin membela, dirinya memutuskan melawan sampai banyak warga berdatangan.

"Saya yang dipukul duluan, makanya saya langsung lapor ke Polres Probolinggo, baru kemarin Yopie ini laporan seolah-olah dia korban. Namanya orang dipukul, ya saya membela diri, tapi kemarin malah bilang saya yang mukul duluan," pungkas Dimas.

Editor : Aris S



Berita Terkait