Mili.id – Hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Suko, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo menempatkan Rukhayani sebagai peraih suara terbanyak dengan 2.219 suara sah. Namun, jika dihitung dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 9.620 pemilih, angka tersebut hanya sekitar 23,07 persen, sehingga memunculkan sorotan terkait tingkat keterwakilan hasil pemilihan.
Dukungan terbatas dari total pemilih
Dari total DPT, hanya 5.277 pemilih yang menggunakan hak suara. Sementara itu, 4.343 pemilih tidak hadir ke TPS dan 308 suara dinyatakan tidak sah, sehingga total pemilih yang tidak menghasilkan suara sah mencapai 48,34 persen.
Dengan kondisi tersebut, meskipun unggul di antara empat kandidat, dukungan terhadap Rukhayani secara keseluruhan hanya berasal dari kurang dari seperempat pemilih terdaftar.
Baca juga: Golput Menang, Pengamat Sebut Panitia Pilkades Suko Gagal
Rukhayani: 2.219 suara (23,07% dari DPT), Hafid Azhari: 1.141 suara (11,86% dari DPT), Mukhlason: 1.030 suara (10,71% dari DPT), Ahmad Azhar: 579 suara (6,02% dari DPT).
Warga pertanyakan keterwakilan
Sejumlah warga menilai hasil tersebut belum sepenuhnya mencerminkan suara mayoritas masyarakat Desa Suko.
Baca juga: Warga Protes Tak Bisa Mencoblos, Pilkades Suko Diwarnai Kekisruhan Aturan KTP
“Kalau dilihat dari jumlah warga yang punya hak pilih, sebenarnya yang benar-benar memilih itu tidak sampai separuh. Jadi ya wajar kalau ada yang merasa hasil ini belum sepenuhnya mewakili semua,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Minggu(24/5/2026).
Warga lainnya juga menyoroti tingginya angka ketidakhadiran pemilih yang dinilai dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kurangnya partisipasi hingga apatisme politik di tingkat desa.
Baca juga: Polisi Dikabarkan Perketat Pengawasan Pilkades Suko, Warga Sambut Langkah Pencegahan Politik Uang
“Banyak yang tidak datang ke TPS, jadi hasilnya memang hanya mewakili yang hadir saja,” kata warga lain.
Sorotan partisipasi demokrasi desa
Fenomena rendahnya partisipasi ini membuat Pilkades Suko menjadi perhatian, karena hampir separuh pemilih tidak terlibat dalam proses demokrasi langsung tersebut. Kondisi ini memunculkan diskusi mengenai sejauh mana hasil pemilihan benar-benar mencerminkan aspirasi keseluruhan warga, meski secara administratif Rukhayani tetap sah sebagai pemenang Pilkades.
Editor : Redaksi
