Direktur Kenavigasian Kementerian Perhubungan, Hernadi Tri Cahyanto
Mili.id– Upaya memperkuat keselamatan pelayaran nasional terus digencarkan pemerintah. Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kini fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya teknisi telekomunikasi pelayaran, sebagai garda depan sistem komunikasi maritim.
Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui pembukaan Diklat Teknisi Telekomunikasi Pelayaran Tingkat III yang resmi digelar di Jakarta sejak Senin (20/4/2026). Program ini menjadi bagian dari strategi besar untuk memastikan keandalan sistem komunikasi laut yang semakin vital di tengah meningkatnya aktivitas pelayaran.
Baca juga: Serangan Misil di Laut Arab, Pemerintah Gerak Cepat Pulangkan Pelaut WNI
Direktur Kenavigasian, Hernadi Tri Cahyanto, menegaskan bahwa teknisi telekomunikasi memiliki peran krusial dalam menjaga keselamatan pelayaran.
“Teknisi Telekomunikasi Pelayaran menjadi tulang punggung dalam menjamin kinerja peralatan komunikasi, baik di Stasiun Radio Pantai, Vessel Traffic Service, maupun sistem pendukung lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin kompleks menuntut peningkatan kompetensi teknis secara berkelanjutan. Para peserta diklat tidak hanya dibekali teori, tetapi juga keterampilan praktis mulai dari instalasi, pemeliharaan hingga penanganan gangguan (troubleshooting) di lapangan.
Baca juga: One Way KM 263–70 Diterapkan, Pemerintah Kendalikan Lonjakan Arus Balik
Saat ini, Indonesia memiliki 158 Stasiun Radio Pantai (SROP) dan 23 Vessel Traffic Service (VTS) yang tersebar di berbagai wilayah. Infrastruktur tersebut membutuhkan dukungan tenaga teknis yang andal, terlebih dengan meningkatnya kebutuhan operasional serta berkurangnya SDM akibat pensiun.
Diklat yang berlangsung hingga 21 Mei 2026 ini diikuti oleh 20 peserta dari 19 Distrik Navigasi di seluruh Indonesia. Program pelatihan dirancang komprehensif, mencakup pembelajaran teori, workshop praktik, hingga evaluasi akhir. Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi dengan Telkom University Kampus Jakarta serta mitra industri telekomunikasi.
Hernadi menegaskan, penguatan kompetensi SDM merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun sistem keselamatan pelayaran yang terintegrasi dan berstandar internasional.
Baca juga: Kemenhub Salurkan 150 Bus Sekolah Sepanjang 2025, Perluas Akses Transportasi Aman bagi Pelajar
“Melalui peningkatan kompetensi ini, kami ingin memastikan sistem telekomunikasi pelayaran Indonesia mampu memberikan layanan keselamatan yang optimal bagi seluruh pengguna jasa transportasi laut,” tegasnya.
Program ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem keselamatan pelayaran nasional, seiring dengan terus meningkatnya mobilitas dan aktivitas transportasi laut di Indonesia.
Editor : Eka Ardimiyati
