Sejumlah atlet saat mengikuti tes kesehatan di KONI Jatim. (Dok. Humas Koni Jatim).
Surabaya, mili.id - Sejumlah pelatih dan atlet Puslatda proyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 NTT–NTB, mengikuti tes Kesehatan di KONI Jatim, Selasa (12/8/2025).
Total, seleruh peserta tes ada sebanyak 289, yang terdiri atas 61 pelatih dan 228 atlet.
Baca juga: Semangat Berbagi Idul Adha, PLN Group Jatim Tebar Ribuan Paket Kurban
Mereka menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan, seperti pengecekan darah lengkap, rekam jantung, pengecekan tekanan darah, serta pengukuran tinggi badan.
Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil menjelaskan bahwa tes kesehatan ini merupakan tahap awal untuk memastikan kondisi para pelatih dan atlet sebelum menjalani program Puslatda.
"Ini tahapan formal, tetapi penting untuk mengukur kondisi kesehatan atlet dan pelatih. Kami akan menerima laporan resmi dari hasil laboratorium, kemudian mengonfirmasi kepada yang bersangkutan. Yang terpenting dari tes ini adalah memastikan atlet dan pelatih berada dalam kondisi sehat," jelasnya.
Menurut Nabil, hasil tes kesehatan ini juga menjadi acuan bagi pelatih dan atlet dalam menyusun program latihan agar tidak membebani kondisi fisik.

Baca juga: Inovasi Pendidikan Jatim Melesat, Kemendagri Sebut Jadi Contoh Nasional
Selain itu, hasil tersebut dapat menjadi panduan bagi atlet untuk mengetahui jenis asupan makanan, minuman, maupun obat-obatan yang boleh dikonsumsi.
"Hasil tes kesehatan ini dapat memengaruhi komposisi atlet Puslatda. Sangat mempengaruhi. Karena jika hasil tes menunjukkan ada kekurangan pada salah satu organ atlet, kami akan berkoordinasi dengan pelatih," tegasnya.
"Apakah atlet tersebut sedang menjalani proses penyembuhan atau memang tidak bisa melanjutkan secara fisik, itu harus kami sampaikan," tambah Nabil.
Menurut dia, apabila ada perbaikan kondisi, maka beban latihan akan disesuaikan, baik dari segi durasi maupun intensitas.
"Kami tidak boleh melatih dalam keadaan tidak memahami kondisi sebenarnya dari atlet," tandas Nabil.
Pihaknya menegaskan bahwa tes kesehatan ini akan digelar rutin setiap tahun untuk memastikan kondisi atlet dan pelatih tetap prima menjelang PON XXII 2028.
Editor : Zain Ahmad
