Pimpinan DPRD Kota Mojokerto takziah ke rumah duka (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto, mili.id - DPRD Kota Mojokerto menanggapi kasus tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) yang menewaskan bocah SD.
Para legislator di Kota Onde-onde itu meminta pemerintah daerah untuk melakukan upaya maksimal pengecekan tiang PJU di wilayahnya.
Baca juga: CKG Kota Mojokerto Capai 71,5 Persen, Pemkot Kejar Cakupan 100 Persen pada Oktober
Langkah tersebut dinilai bisa menjadi upaya konkret agar kasus warga tersengat listrik tiang PJU tidak terulang lagi.
"Kami berharap pemkot semaksimal mungkin mengecek aliran listrik, baik itu PJU maupun tiang milik warga agar bisa dipastikan aman dari kebocoran arus listrik yang membahayakan," ujar Ketua DPRD Kota Mojokerto, Ery Purwanti, Senin (6/1/2025).
Politisi PDI Perjuangan (PDIP) ini juga meminta pemkot memastikan seluruh tiang PJU maupun tiang listrik aman dari potensi kebocoran aliran listrik.
Pimpinan DPRD Kota Mojokerto mengecek TKP (Foto: Nana/mili.id)
Baca juga: Gelap Gulita, Pria 65 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Lapangan Surodinawan Mojokerto
Selain itu, DPRD juga akan melakukan koordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan pihak-pihak terkait agar kasus serupa tidak terulang.
"Nanti kita koordinasi sekaligus berdiskusi bagaimana mencari solusinya," imbuh Ery.
Pimpinan DPRD Kota Mojokerto juga mengecek TKP tiang yang mengakibatkan hilangnya nyawa bocah SD dan melakukan takziah ke rumah duka.
Sebelumnya, seorang bocah kelas 2 SDN Gedongan 2 tewas tersengat listrik yang mengalir di tiang PJU Jalan KH Mas Mansyur, Kota Mojokerto.
Bocah lelaki itu tersengat aliran listrik saat mengambil bola dalam selokan pada Minggu (5/1/2025) sore.
Editor : Narendra Bakrie
