Perjuangan Trenggiling Jawa Hindari Banjir di Mojokerto dalam Kondisi Terluka

Perjuangan Trenggiling Jawa Hindari Banjir di Mojokerto dalam Kondisi Terluka © mili.id

Kondisi Trenggiling Jawa yang diselamatkan warga Mojokerto (Foto: Nana/mili.id)

Mojokerto - Seekor Trenggiling Jawa diselamatkan warga Mojokerto, setelah berjuang menghindari banjir dalam kondisi terluka.

Satwa liar dilindungi undang-undang berdasarkan Permen LHK Nomor 106 Tahun 2018 itu diselamatkan oleh Ainun, warga Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto pada Jumat (13/12/2024) lalu.

Baca juga: Laporan Keuangan Dinyatakan Wajar, BAZNAS Mojokerto Pertahankan Predikat WTP

Oleh Ainun, Trenggiling Jawa itu kemudian diserahkan ke pakdenya bernama Satumin (60).

Satumin mengaku bahwa saat itu Ainun, keponakannya sedang melintasi daerah banjir sekitar pukul 00.00 WIB usai mengirim jangkrik.

Di sana, dia melihat trenggiling dengan kondisi terluka, tepatnya di Jalan Dusun Tangkil, Desa Modongan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Kondisi Trenggiling Jawa yang diselamatkan warga Mojokerto (Foto: Nana/mili.id)Kondisi Trenggiling Jawa yang diselamatkan warga Mojokerto (Foto: Nana/mili.id)

"Dia kirim jangkrik ke Modongan. Pas pulang ada hewan ini (Trenggiling Jawa) di Tangkil," beber Satumin kepada mili.id, Senin (16/12/2024).

Baca juga: BULOG Mojokerto Salurkan 810 Ribu Liter MinyaKita, Jaga Harga Tetap Stabil di Tiga Daerah

Melihat ada luka di bagian ekor hewan dengan nama lain Manis Javanica itu, lanjut Satumin, keponakannya memilih membawa dan merawatnya di rumah.

"Karena luka di ekor, jadi dibawa. Sudah dua hari ini. Rencananya mau diserahkan (BKSDA Jatim)," tuturnya.

Sementara Penyuluh Kehutanan Pemula BKSDA Jawa Timur, Ferdinan Sabastian menjelaskan, dugaan sementara luka di bagian ekor trenggiling karena adanya sayatan. Yakni, indikasi upaya pengambilan sisik.

Baca juga: 968 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Siap Turun ke Lapangan, Bupati Mojokerto Tekankan Akurasi Data

"Terkait luka yang ada di trenggiling itu merupakan luka sayatan, sehingga disimpulkan adanya indikasi upaya pengambilan sisik," ujarnya.

Pihaknya berencana akan membawa hewan dilindungi itu ke Unit Penyelamatan BKSDA Jatim di Juanda, Surabaya.

"Penanganan awal kami rawat lebih lanjut. Nanti ketika kondisi sudah membaik akan dilakukan rehabilitasi. Dan satwa sudah memungkinkan atau layak dilepas liarkan, akan kami lepas liarkan ke alam," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait