Ledakan di Masjid Patrang Jember Dipastikan Bukan Bom, Polisi Ungkap Penyebab Sementara
Kamis, 26 Mar 2026 13:15 WIBLedakan di Masjid Patrang Jember Dipastikan Bukan Bom, Polisi Ungkap Penyebab Sementara
Ledakan di Masjid Patrang Jember Dipastikan Bukan Bom, Polisi Ungkap Penyebab Sementara
Pengiriman miras ini digagalkan petugas saat truk Isuzu Elf merah bernopol N 8751 UE, yang membawa miras itu tengah melintas di Jalan Ikan Bandeng, Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember
Dari penyelidikan polisi, video porno yang diperankan dua pasangan muda itu dilakukan secara sengaja.
Kanit PPA Polres Jember, Ipda Qori Novendra menjelaskan, kini pihaknya masih memastikan kebenaran informasi tentang unggahan yang dilakukan lewat medsos Instagram itu.
Sidak ini dilakukan dalam rangka menjaga ketahanan pangan dan juga stabilitas harga menjelang Lebaran.
Belasan preman itu meresahkan masyarakat karena kasus mabuk di tempat umum, memaksa meminta uang parkir, dan aksi pemalakan terhadap para pedagang di pinggir jalan.
Uji balistik itu dilakukan setelah korban berinisial WI (64) usai menjalani operasi untuk mengeluarkan proyektil dari paha kirinya.
Dari perawatan di salah satu rumah sakit swasta di Jember, berdasarkan pemeriksaan rontgen, korban tertembak di bagian paha sebelah kiri.
Untuk proses penyidikan, lebih lanjut kata mantan Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, Polrestabes Surabaya ini, akan dilanjutkan untuk melengkapi berkas sebelum diserahkan ke kejaksaan.
Kami juga akan lakukan tes kejiwaan terhadap pelaku ini, kami juga menunggu hasil autopsi korban.
Mayat korban dikubur di area kebun kopi, oleh pelaku yang mempunyai hubungan asmara dengan ibu korban.
Koordinasi terus dilakukan berbagai pihak untuk mencegah jebolnya Danau Tunjung Jember.
Kejadian itu ketika korban dijemput di rumah temannya di sekitar Perumahan Dharma Alam,untuk diantar pulang ke rumah.
Pasutri itu memalsukan beberapa dokumen, diantaranya Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), serta sertifikat, dengan merubah identitasnya dengan nama palsu.
Pada tahun 2024 terdiri dari 312 orang pengedar dan 17 orang pengguna, sedangkan pada tahun 2023 terdiri dari 222 orang pengedar dan satu orang pengguna.