Mili.id – Kepolisian Resor (Polres) Jember akhirnya mengungkap perkembangan terbaru terkait peristiwa ledakan di sebuah masjid di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, yang sempat menggegerkan warga.
Kapolres Jember, AKBP Bobby A. Condroputra, menyampaikan hasil sementara penyelidikan dalam keterangan resmi, Kamis (26/3).
Baca juga: BNI Sudah Laporkan Kasus KUR Jember 441 M Sejak 2024
Ia menegaskan bahwa ledakan tersebut tidak disebabkan oleh bahan peledak.
“Dari hasil analisa tim gabungan, tidak ditemukan adanya unsur bahan peledak dalam kejadian tersebut,” ujarnya.
Peristiwa ledakan terjadi pada Senin (16/3) sekitar pukul 20.00 WIB dan sempat menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat sekitar. Namun, kondisi masjid kini telah kembali normal dan dapat digunakan kembali untuk beribadah.
“Area yang sebelumnya dipasangi garis polisi sudah kami sterilkan. Bahkan sejak Selasa (17/3), masyarakat sudah bisa kembali menggunakan masjid, termasuk untuk salat berjamaah,” jelasnya.
Baca juga: Kejati Jatim Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara Capai Rp41,4 Miliar
Dalam proses penyelidikan, Polres Jember melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Unit Identifikasi, Tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur, Direktorat Reserse Kriminal, Tim Jibom Gegana Korbrimob Polri, Satbrimob Polda Jatim, serta Satreskrim Polres Jember.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, ledakan diduga berasal dari reaksi panas berlebih pada zat kimia yang tersimpan di dalam lemari besi di area masjid.
“Diduga terdapat zat seperti Sodium Perchlorate (NaClO4) dan Poly (Bisphenol A-co-epichlorohydrin) yang mengalami peningkatan suhu sehingga memicu ledakan,” ungkap Kapolres.
Baca juga: AstonRun 2026 Perkuat Jember Sebagai Destinasi Sport Tourism
Meski demikian, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut secara menyeluruh.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif di wilayah Jember.
Editor : Eka Ardimiyati
