Mili.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh jamaah Thoriqoh At-Tijaniyah memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT, memperbanyak ikhtiar spiritual, serta menjaga ukhuwah Islamiyah sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan kehidupan di era modern.
Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Idul Khotmi Nasional ke-234 Thoriqoh At-Tijaniyah di Kompleks Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, Minggu (19/7/2026).
Baca juga: Khofifah Buka Banyuwangi Ethno Carnival Angkat Budaya Mendunia Bersama
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan sekaligus Shahibul Hajah Syeikh Ahmad Fauzi Tidjani, serta Sayyid Syarif Muhammad Al Habib yang menjadi salah satu ulama rujukan fatwa Thoriqoh At-Tijaniyah.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa Thoriqoh At-Tijaniyah memiliki peran penting dalam membangun kekuatan spiritual umat sekaligus memperkokoh persaudaraan sesama muslim.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi dan berbagai tantangan kehidupan modern, majelis dzikir seperti Idul Khotmi menjadi ruang yang menghadirkan ketenangan batin, memperkuat akhlak, serta menjaga ukhuwah Islamiyah.
"Idul Khotmi bukan sekadar agenda keagamaan tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat perjalanan spiritual menuju ridha Allah SWT dan menggapai jannah," ujar Khofifah.
Ia mengaku tersentuh saat pembukaan acara dibacakan Surah Az-Zumar ayat 73 yang menggambarkan kemuliaan orang-orang bertakwa ketika memasuki surga.
"Saya merasakan tarikan yang begitu kuat untuk hadir di sini. Ketika Surah Az-Zumar ayat 73 dibacakan, saya merasa itulah penguat hati kita semua. Kita ingin menjadi bagian dari rombongan orang-orang bertakwa yang dipanggil Allah masuk ke dalam surga-Nya," ungkapnya.
Baca juga: Khofifah Pastikan Koperasi Merah Putih Jamin Stok Sembako Masyarakat
Khofifah juga mengajak seluruh jamaah menjadikan majelis dzikir dan kebersamaan bersama para ulama sebagai sarana memperbaiki kualitas ibadah serta akhlak.
Ia mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki kekurangan, namun Allah SWT selalu membuka jalan melalui lingkungan yang dipenuhi ilmu, dzikir, dan keteladanan para ulama.
"Kalau para masyayikh, para mursyid, para ulama kita masuk ke surga Allah, mudah-mudahan kita diakui sebagai santrinya, sebagai jamaahnya, sehingga kita bisa ikut bersama mereka menuju surga Allah. Allahumma amin," katanya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan menyampaikan salam Presiden RI Prabowo Subianto kepada seluruh ulama, kiai, dan jamaah yang hadir. Ia memastikan pemerintah terus menjaga ketersediaan pangan nasional.
Baca juga: Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Banyuwangi, Bukti Negara Hadir Putus Kemiskinan
"Insya Allah pangan kita aman. Beras cukup, telur banyak, ayam banyak, ikan banyak. Sampai tahun 2027 stok pangan kita cukup, jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Yang terus kita bangun adalah bagaimana kesejahteraan rakyat semakin meningkat," ujarnya.
Dalam Mau'idzah Hasanah, Sayyid Syarif Muhammad Al Habib mengajak seluruh jamaah menjadikan Idul Khotmi sebagai momentum memperkuat ketakwaan, memperbanyak ibadah, serta menjaga persaudaraan di antara sesama muslim.
Menurutnya, pertemuan akbar tersebut merupakan nikmat Allah SWT yang harus disyukuri karena menjadi sarana mempererat ukhuwah dan memohon keberkahan bersama.
"Janganlah kalian saling membenci, saling membelakangi, atau saling bermusuhan. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Takwa itu berada di dalam hati. Karena itu jagalah hubungan antarsesama, saling mencintai dan saling menyayangi agar kita semua memperoleh ridha Allah SWT," pungkasnya.
Editor : Redaksi
