Foto Bejo/Mili id
Surabaya - Jawa Timur merupakan ujung tombak supplier kebutuhan susu untuk industri, dan ini merupakan strategi Kadisnak Pemprov Jatim
Harus diakui, Jawa Timur merupakan pemasok utama hingga 53 persen susu segar di Indonesia.
Hal ini dikarenakan Jatim-lah, provinsi di Indonesia yang memiliki populasi sapi perah terbesar.
Sesuai data yang dirilis Badan Pusat Statistik, dari jumlah 507.075 ekor populasi sapi perah pada tahun 2022, 56 perseb berasal dari Jawa Timur, yaitu 282.364 ekor.
Nyatanya, kontribusi signifikan Jatim terhadap industri susu sapi nasional ternyata masih belum mencukupi jumlah ideal kebutuhan pasokan susu segar sebagai bahan baku industri pengolah susu.
Hal ini yang menjadi salah satu topik menarik dalam diskusi antara Kepala Dinas Peternakan (Kadisnak) Provinsi Jatim Dr.Ir. Indyah Aryani, MM., dengan anggota DPD RI terpilih Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, M.E.I., Jumat (2/8/24).
"Populasi sapi perah kita sebelum dilanda PMK (penyakit mulut dan kuku) sebanyak 300 ribuan kemudian turun menjadi 282 ribuan setelah PMK," terang Indy, sapaan akrab Kadisnak Jatim.
Industri pengolah susu yang ada di Jawa Timur seperti Nestle, Indolakto dan Greenfield membutuhkan nahan baku berupa susu segar 2.000 ton per hari.
Sedangkan dari jumlah sapi perah yang kita miliki hanya mampu memasok 1,200 ton per hari, sehingga masih terjadi defisit sekitar 800.000 ton per hari.
Kondisi ini yang menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk berinvestasi di bidang peternakan sapi perah di Jatim.
Untuk memfasilitasi potensi investasi pelaku usaha dalam rangka mendukung peningkatan produksi susu segar tersebut, Dinas Peternakan Pemprov Jatim berencana mengembangkan peternakan sapi perah yang akan ditempatkan di Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Bondowoso.
Hal ini juga selaras dengan upaya mendukung pemenuhan kebutuhan susu segar untuk wilayah Indonesia Timur dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Selain itu infrastrukur terkait dengan Industri Pengolah Susu di Jawa Timur juga telah sangat memadai. SDM atau peternak sapi perah di Jawa Timur juga memiliki kapabilitas dan siap mendukung pengembangan sapi ternak di sana. Selain itu, tingkat mdpl (meter di atas permukaan laut) di Banyuwangi juga tinggi, jadi sangat tepat untuk sapi perah yang mana betah dan kerasan di wilayah dengan mpdl tinggi,” terang Indy.
Penjelasan Kadisnak Jatim yang detail dan komprehensif, dinilai senator cantik ning Lia, sebagai tawaran pintu masuk investasi yang menjanjikan.
“Sangat jelas dan lugas atas informasi bu Kadisnak, bahwa ini peluang investasi yang sangat menjanjikan. Mengembangkan peternakan sapi di Jatim, jelas pangsa pasarnya. Resiko bisnis juga rendah karena semua variable yang mendukung suksesnya usaha ternak sapi perah, telah tersedia dengan tepat dan lengkap. Jadi no debat dan tidak salah lagi, jika investasi sapi perah di Jatim,” jelas keponakan Gubernur Jatim 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa itu.
Editor : Aris S
