Bekali Narapidana dengan Pengetahuan, Lapas I Madiun Wisuda 65 Warga Binaan

Bekali Narapidana dengan Pengetahuan, Lapas I Madiun Wisuda 65 Warga Binaan © mili.id

Lapas I Madiun Wisuda 65 Warga Binaan (Foto: Humas Kemenkumham Jatim)

Madiun - Selasa, 11 Juni 2024 menjadi hari bersejarah dan membahagiakan bagi 65 Warga Binaan Lapas Kelas I Madiun.

15 orang mengikuti wisuda diploma 1 (D1) teologi. Sedangkan 50 orang lainnya dinyatakan lulus sertifikasi kelulusan Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Hayatussalam.

Baca juga: Aspal Langka dan Harga Melonjak, Pemkab Madiun Siapkan Cor Beton untuk Perbaikan Jalan Rusak

Kegiatan dimulai dengan peresmian Galeri Dasa Pitutur oleh Kakanwil Kemenkumham Jatim, Heni Yuwono.

Lapas I Madiun Wisuda 65 Warga BinaanLapas I Madiun Wisuda 65 Warga Binaan

Galeri Dasa Pitutur merupakan etalase produk waraga binaan Lapas Kelas I Madiun yang terdiri dari beberapa produk seperti kerajinan Kayu Hiasan, Asbak, Kotak Tisue, sarta produk dari bahan garment, seperti tas jinjing perempuan dengan berbagai jenis.

Juga ada produk frozen food sosis, pentol, dan lainnya.

Pembinaan narapidana di Lapas Kelas I Madiun bertujuan untuk meningkatkan kualitas kepribadian dan kemandirian mereka, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

"Pembinaan ini diharapkan dapat mencegah narapidana mengulangi kesalahan yang sama serta mempersiapkan mereka untuk mandiri dan berkarya setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan," ujar Kalapas Kelas I Madiun, Kadek Anton Budiharta dalam laporannya.

Lapas I Madiun Wisuda 65 Warga BinaanLapas I Madiun Wisuda 65 Warga Binaan

Setelah itu rombongan kakanwil diarahkan menuju blok khusus untuk pembinaan tentang keagamaan. Kakanwil disambut yel-yel yang penuh semangat dari warga binaan.

Kemudian kakanwil juga meninjau kelas pendidikan untuk progam D1 Teologi. Heni menyampaikan agar selalu semangat untuk meraih IPK yang tinggi agar kelak dapat bermanfaat bagi para perserta program.

Baca juga: Imigrasi Jatim Berhasil Amankan Pekerja Ilegal Asal China, Gunakan Visa Pra-Investasi

"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Lapas Kelas I Madiun, Yayasan Indonesia Bangkit dan Bersinar, Sekolah Tinggi Teologi Anugerah Indonesia, Pondok pesantren Al Mardliyyah Al Mujadadiyah dan Kemenag Kota Madiun serta seluruh mitra kerja yang mendukung terselenggaranya program ini. Kesuksesan ini bisa menjadi role model bagi lapas lainnya di tingkat nasional," ungkap Heni.

Program D1 Teologi di Lapas Kelas I Madiun dimulai pada Februari 2023 dengan dukungan Yayasan Indonesia Bangkit dan Bersinar serta Sekolah Tinggi Teologi Anugerah Indonesia.

15 narapidana berhasil menyelesaikan pendidikan ini dan diwisuda pada acara tersebut.

Lapas I Madiun Wisuda 65 Warga BinaanLapas I Madiun Wisuda 65 Warga Binaan

Selain itu, program Ponpes Hayatussalam yang dimulai sejak 17 Maret 2023 telah berhasil mengeluarkan sertifikat kelulusan kepada 50 santri dengan rincian 4 santri tingkat lanjut, 8 santri tingkat menengah, dan 38 santri tingkat dasar.

Heni menyampaikan bahwa pendidikan adalah elemen kunci dalam pembinaan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan. Melalui pendidikan, narapidana mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri, mengurangi risiko residivisme, meningkatkan kesejahteraan psikologis, dan mempersiapkan diri untuk reintegrasi ke dalam masyarakat.

Baca juga: Pemprov Jatim Luncurkan Beasiswa 2026, Siapkan 1.100 Kuota hingga Doktor dan Al-Azhar Mesir

"Lapas Kelas I Madiun dengan sarana dan prasarana terbatas mampu berkomitmen serius dalam penyelenggaraan pendidikan, dan ini sejalan dengan program prioritas nasional untuk membangun SDM unggul di Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur," tuturnya.

Heni berpesan kepada seluruh warga binaan pemasyarakatan yang sudah diwisuda dan santri yang bersertifikat untuk menerapkan ilmu yang telah didapatkan.

Menurutnya, ilmu teologi yang telah saudara pelajari selama di sini, tidak hanya untuk kalian simpan, tetapi untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari kepada masyarakat.

"Sekecil apapun kontribusi kalian bagi lingkungan, merupakan kontribusi berharga bagi negara kita," pesan Heni.

Kegiatan ini juga dihadiri Pj Bupati Madiun yang diwakili Kadin Pendidikan dan Budaya Lismawati, Wakil Ketua Sekolah Tinggi Teologi Anugerah Indonesia, Dr. Tan Lie Lie serta Forkompimda Madiun kota maupun kabupaten.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait