Aspal Langka dan Harga Melonjak, Pemkab Madiun Siapkan Cor Beton untuk Perbaikan Jalan Rusak

Aspal Langka dan Harga Melonjak, Pemkab Madiun Siapkan Cor Beton untuk Perbaikan Jalan Rusak © mili.id

Mili.id – Pemerintah Kabupaten Madiun menyiapkan langkah alternatif untuk memperbaiki jalan rusak di tengah kelangkaan aspal yang terjadi secara nasional. Salah satu solusi yang dipilih adalah menggunakan cor beton pada sejumlah ruas jalan yang membutuhkan penanganan segera.

Dikutip dari Kompas, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun Boby Saktia Lubis mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina sejak akhir April 2026 terkait ketersediaan aspal. Namun hingga kini pasokan masih terbatas dan harga terus mengalami kenaikan.

Baca juga: Madiun Buka ‘Golden Ticket’ untuk Penghafal Kitab Suci Semua Agama, SPMB 2026 Jadi Sorotan

"Kelangkaan aspal terjadi secara nasional. Kami pun sudah berkoordinasi dengan Pertamina sejak akhir April lalu. Dan hari ini barangnya langka serta harganya terus naik," kata Boby, Rabu (17/6/2026).

Meski demikian, Pemkab Madiun memastikan program pemeliharaan jalan tetap berjalan. Menurut Boby, kerusakan jalan tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Ia menjelaskan, Dinas PUPR masih menunggu pasokan aspal hingga akhir Juni 2026. Jika material tersebut belum tersedia, penanganan darurat akan dilakukan menggunakan cor beton dan aspal Buton.

Boby menuturkan, metode pengecoran beton akan diprioritaskan untuk menutup lubang jalan dengan kedalaman sekitar lima sentimeter, terutama pada ruas dengan lalu lintas kendaraan yang padat.

Baca juga: Jangan Salah Lapor! Ini Cara Bedakan Jalan Nasional, Provinsi, dan Kota di Depok

"Jika lubang jalan sedalam lima sentimeter kami cenderung melakukan pengecoran beton agar dapat meminimalkan risiko kecelakaan bagi ruas jalan dengan lalu lintas tinggi," ujarnya.

Sementara itu, untuk ruas jalan dengan volume kendaraan yang tidak terlalu padat, perbaikan sementara dapat dilakukan menggunakan tanah urug selama musim kemarau.

Berdasarkan data Dinas PUPR, total ruas jalan di Kabupaten Madiun yang membutuhkan perawatan akibat kerusakan mencapai sekitar 40 kilometer. Di sisi lain, harga aspal saat ini mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai Rp3,25 juta per drum.

Baca juga: Wagub Kalbar Tantang Dedi Mulyadi, Siap “Cium Lutut” Jika Jalan Bisa Dibangun dengan APBD Rp6 Triliun

Padahal, anggaran pengadaan yang telah disiapkan pemerintah daerah menggunakan asumsi harga sekitar Rp2 juta per drum untuk pembelian 2.000 drum aspal.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkab Madiun dalam menjalankan program pemeliharaan jalan pada tahun ini. Meski dihadapkan pada keterbatasan pasokan dan lonjakan harga, pemerintah daerah berupaya memastikan perbaikan jalan tetap dilakukan demi menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

 

Editor : Redaksi



Berita Terkait