Puluhan Ibu di Surabaya Mengaku Tertipu Arisan Idulfitri
Rabu, 20 Mar 2024 22:14 WIBApabila uang arisan ini dipegang oleh sang istri, maka perkara ini gugur demi hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Apabila uang arisan ini dipegang oleh sang istri, maka perkara ini gugur demi hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Pelaku menipu korban dengan bermodus sebagai agen umroh dan haji.
Ardi, kuasa hukum korban menyebut, travel itu menunda-nunda pemberangkatan dengan alasan tidak jelas, meski tiga kliennya telah menyetorkan uang Rp443 juta.
Terbaru, tiga orang emak-emak melaporkan SK, pengelola arisan online tersebut ke Polres Situbondo.
Wanita 39 tahun ini mengaku telah memberikan uang Rp94 juta untuk arisan online yang dikelola SK.
"Tersangka menjanjikan untuk bisa masuk ke salah satu instansi BUMN yang ada di Surabaya," ujar Kapolsek Wiyung, Kompol Gandi Darma Yudanto.
Dalam aksinya, pelaku memposisikan sebagai pembeli dan terkadang penjual, untuk mengelabuhi para korban yang melakukan jual-beli secara online.
Dua unit bus milik Syauqi tidak bisa beroperasi, bahkan tidak dapat diperpanjang pajaknya.
Pelaku membeli mobil Suzuki Swift dan Toyota Agya kepada korban Imam Syafi'i warga Ajung, Kabupaten Jember.
Dalam pesan WA itu, terduga penipu mengirimkan file APK bertuliskan 'Data TPS Pemilu 2024'.
Tiga orang sindikat penipu diduga antar negara yang menguras uang korban itu telah ditangkap polisi.
Modus tipu kolega wilayah pedesaan berkedok bantuan program.
Janda muda asal Jombang yang sempat diamankan polisi karena dugaan penipuan arisan online, kini dibebaskan.
"Satu pelaku lain saat ini masih kami buru," ujar Kapolsek Menganti, AKP Roni Ismullah.