Polisi Kumpulkan Tetua Perguruan Silat, Buntut Pengeroyokan di Gambiran Banyuwangi
Senin, 13 Jan 2025 14:48 WIBPelaku dan korban merupakan pesilat yang berasal dari kedua perguruan silat tersebut.
Pelaku dan korban merupakan pesilat yang berasal dari kedua perguruan silat tersebut.
Sebelumya, korban NR ditemukan setengah telanjang tergeletak di kebun buah naga, Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Senin (30/12/2024). Korban tewas diduga dianiaya temannya.
Rombongan juga mendatangi rumah korban.
Para pelaku yang membawa beberapa senjata tajam jenis celurit dan benda tumpul lainnya langsung menyerang tanpa sebab yang jelas. Arif yang menjadi sasaran utama ini diserang secara sporadis.
Kejadian itu kini telah dilaporkan ke Polres Situbondo.
Santri asal Buleleng, Bali itu meninggal dalam perawatan intensif di ICU RSUD Blambangan, Banyuwangi.
Pengurus pondok pesantren di Banyuwangi, tempat santri kritis dikeroyok senior angkat bicara.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra menjelaskan bahwa kasus ini terjadi dalam lingkungan pondok pesantren.
Setelah pesta tuak, keempat tersangka mendatangi korban yang sedang nongkrong di lapangan sepak bola.
Tiga pelaku saat ini diamankan di Polsek Pesanggaran.
Machrus pelaku berjumlah sekitar 20 orang. Mereka membabi buta mengeroyok dirinya.
Polres Mojokerto Kota berhasil mengungkap kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil kejahatan perputaran transaksi jual beli sabu.
Korban mengalami luka di bagian pelipis akibat dipukul pakai benda tumpul.
Ketika korban bermain air mineral gelas, namun tanpa sengaja semburan air mengenai baju temannya berinisial AL (16).
Kejadian pengeroyoklan tersebut ketika korban mengendarai motor hendak menjemput saudaranya di pertigaan jalan desa.