Jambret WNA Italia di Bundaran HI Viral, Polda Metro Jaya Bergerak Cepat Buru Pelaku
Jumat, 15 Mei 2026 23:31 WIBJambret WNA Italia di Bundaran HI Viral, Polda Metro Jaya Bergerak Cepat Buru Pelaku
Jambret WNA Italia di Bundaran HI Viral, Polda Metro Jaya Bergerak Cepat Buru Pelaku
Jambret Ponsel WNA Jerman di Pasar Baru Terungkap, Tiga Pelaku Ditangkap Polisi
Atap dua ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Falah di Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, ambruk diduga akibat kondisi bangunan yang telah rapuh.
Nur Ahmad menjadi satu-satunya santri Al Khoziny asal Surabaya yang harus menjalani proses diamputasi.
Dengan tuntasnya proses identifikasi, seluruh korban kini dapat dikembalikan ke keluarga masing-masing untuk dimakamkan secara layak.
Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mulai melakukan pemeriksaan awal terhadap sejumlah saksi dalam tahap penyidikan kasus ambruknya bangunan mushalla di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Total, hingga malam ini, sudah ada 58 jenazah telah berhasil teridentifikasi dari 67 kantong jenazah yang diterima.
Pemanggilan ini dilakukan setelah penyidik menaikkan status penyelidikan menjadi penyidikan, kemudian dilakukan gelar perkara.
Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol M Khusnan menjelaskan, dari ketiga kantong jenazah, satu kantong merupakan body part milik korban yang telah teridentifikasi pada hari sebelumnya.
Gus Ipul memastikan pemerintah memberikan pendampingan, perlindungan sosial, serta bantuan kesehatan dan pendidikan bagi seluruh korban.
Jaringan Pondok Pesantren Al-Fatah Seluruh Indonesia yang berpusat di Cileungsi, Bogor Jawa Barat menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah ambruknya bangunan mushalla di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur
Polda Jatim menegaskan bahwa tim masih terus melakukan proses pendalaman data antemortem dan postmortem, termasuk pencocokan DNA terhadap beberapa kantong jenazah yang belum teridentifikasi.
Polda Jatim menegaskan bahwa tim masih terus melakukan proses pendalaman data antemortem dan postmortem, termasuk pencocokan DNA terhadap beberapa kantong jenazah yang belum teridentifikasi.
Saat ini, telah dibentuk tim khusus untuk melakukan serangkaian penyelidikan mendalam. Namun, fokus utama kepolisian sejak awal adalah penyelamatan korban hingga tuntas.