Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (Foto: Pemkot Surabaya)
Surabaya, mili.id - Bantuan tangan palsu diberikan kepada Nur Ahmad, santri asal Surabaya yang menjadi korban tragedi ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo.
Bantuan itu diberikan Pemkot Surabaya. Nur Ahmad menjadi satu-satunya santri Al Khoziny asal Surabaya yang harus menjalani proses diamputasi.
Baca juga: 832 Usaha di Surabaya Belum Kantongi Izin Parkir, Pemkot Percepat Penertiban
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan bantuan tersebut adalah komitmen pemkot untuk membantu seluruh warganya yang menjadi korban dalam musibah tersebut.
"Jadi nanti InsyaAllah semua korban yang ada yang dari Kota Surabaya maka kita akan lihat kondisinya apa yang bisa kita bantu. Kalau nanti ada yang tangan palsu, kaki palsu, akan bantu semuanya," tutur Wali Kota Eri Cahyadi, Kamis (16/10/2025).
Wali Kota Eri menjelaskan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah mendata seluruh korban dari Surabaya. Hal ini dilakukan agar intervensi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan para korban.
Baca juga: Pemkot Surabaya Perketat Penertiban Parkir Usaha, Area Tanpa Izin Disegel
"BPBD sudah merekap berapa korban jiwa, berapa korban yang selamat tapi dalam kondisi dan perlu bantuan, maka kita datang. Ini kita lakukan karena memang mereka adalah warga Kota Surabaya," jelas Wali Kota Eri.
Sebelumnya, Wali Kota Eri juga memastikan bahwa Pemkot Surabaya akan memberikan pendampingan mental dan kejiwaan kepada para korban, mengingat trauma yang dialami cukup berat bagi korban maupun keluarga.
"Kami akan memprioritaskan pendampingan psikologis bagi korban dan keluarga. Langkah ini sangat penting supaya mereka bisa kembali melanjutkan kehidupan dan beraktivitas seperti biasannya. Setelah itu, kami akan lakukan pendampingan jangka panjang," papar dia.
Baca juga: Warga Barata Jaya Tolak Spiritshaus, Satpol PP Ancam Segel Gerai Ilegal
Ia menambahkan bahwa Pemkot Surabaya berkomitmen untuk melakukan pendampingan dan merencanakan masa depan korban secara matang bersama keluarga.
Seperti diketahui, total jumlah korban selamat asal Surabaya tercatat sebanyak 30 orang. Sebagian besar korban mengalami luka ringan seperti lecet dan cidera otak ringan. Namun satu orang, yakni Nur Ahmad, harus menjalani tindakan amputasi.
Editor : Narendra Bakrie
