PGS di Kota Mojokerto Jadi Objek Inkubasi Arsitektur & Desain Interior Kemenparekraf (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto - Pusat Grosir Sepatu (PGS) Kota Mojokerto di Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto menjadi objek inkubasi arsitektur dan desain interior.
Agenda ini digelar oleh Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.
Baca juga: Idul Adha Dan Waisak, Tempat Hiburan Sampai Panti Pijat Dilarang Buka di Kota Mojokerto
Capaian itu membuat Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro merasa bangga dan berterimakasih, lantaran Kota Onde-onde menjadi tempat pelaksanaan inkubasi dari Kemenparekraf.
"Saya sampaikan terima kasih dan bersyukur, karena Kota Mojokerto telah ditunjuk menjadi tuan rumah untuk kegiatan yang ketiga kalinya dilaksanakan oleh Kemenparekraf," terang Mas Pj Ali Kuncoro, Selasa (21/5/2024).
Mas Pj menyampaikan bahwa inkubasi merupakan manifestasi pemerintah untuk mengungkit pertumbuhan ekonomi di masa yang akan datang.
"Presiden Joko Widodo sudah menyatakan pada Tahun 2045 perekonomian diharapkan bisa tumbuh 6 sampai 7%. Dan pemerintah optimis karena pada 2030 Indonesia sedang pada puncak demografi dengan 70% penduduk ada di usia produktif. Dan hari ini adalah sebuah ikhtiar bagaimana mempersiapkan generasi unggul untuk Indonesia emas di Tahun 2045," terang Mas Pj.
PGS di Kota Mojokerto Jadi Objek Inkubasi Arsitektur & Desain Interior Kemenparekraf
Baca juga: Ular Besar Masuk Rumah Warga Magersari, Petugas BPBD Kota Mojokerto Evakuasi dari Bawah Lemari
Sebagaimana disampaikan Direktur Kuliner, Kriya, Desain dan Fashion Kemenparekraf RI, Yuke Sri Rahayu, bahwa Kota Mojokerto dinilai memiliki potensi ekonomi kreatif dan pariwisata.
"Kota Mojokerto dipilih dengan mempertimbangkan potensi ekonomi kreatif dan pariwisata Pusat Grosir Sepatu memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai penjualan dan pembuatan sepatu di Kota Mojokerto," terang Yuke.
Sementara, Ferdy Pradipta salah satu peserta inkubasi desain intetrior dari Kalimantan Timur mengaku bahwa inkubasi ini sebagai upaya untuk meningkatan kompetensi para desainer dan arsitektur muda sehingga bisa lebih berpartisipasi untuk pembangunan daerah.
"Dalam inkubasi ini, selain untuk mengenali produk unggulan Kota Mojokerto juga mengetahui pandangan produsen lokal kami ingin mengetahui apa harapan dan kebutuhan para pengrajin sehingga para desainer muda dapat memfasilitasi hal apa saja yang sekiranya bisa meningkatkan lokalitas dan juga menjadikan Kota Mojokerto sebagai tempat wisata unggulan," jelas dia.
Baca juga: Harga Turun, Sapera Justru Jadi Primadona! Kisah Polisi di Mojokerto yang Sukses Bangun 5 Kandang
Tentang PGS, Ferdy menyebut bahwa bangunan ini merupakan bangunan yang telah lama ada di Kota Mojokerto dan tentunya punya kedekatan emosional bagi masyarakat.
"Adanya PGS ini diharapkan tidak hanya menjadi wisatawan berkunjung, tetapi warga Kota Mojokerto juga lebih mencintai dan memiliki sense of belonging terhadap tempat wisata di daerahnya sendiri," terang Ferdy.
Inkubasi tersebut akan digelar selama 5 hari pada 20-24 Mei 2024 dan diikuti oleh 24 peserta yang telah melakukan pendaftaran secara online dan dua orang perwakilan dari Dinas PUPRPerakim Kota Mojokerto. Serta bekerja sama dengan IAI dan HDII.
Editor : Redaksi
