Salah satu siswa SDN 3 Kranggan Kota Mojokerto menunjukkan tangannya yang gatal-gatal akibat ulat bulu (Foto-foto: Nana/mili.id)
Mojokerto - Ulat bulu menyerang SDN 3 Kranggan, Kota Mojokerto, Kamis (25/4/2024).
Akibatnya, sejumlah siswa mengalami gatal-gatal hingga bentol-bentol. Mereka mendapatkan perawatan dini dari Dinas Kesehatan dan PPKB, Kota Mojokerto.
Baca juga: BPBD Mojokerto Mulai Distribusi Air Bersih ke Tiga Desa Terdampak Kemarau, Layani 2.776 KK
Dwivano Akbar Nugraha, salah satu siswa didampingi ibunya Erika Kurniawati (43) datang kembali ke sekolah. Itu setelah tubuh siswa kelas V SD tersebut mengalami bentol dan merah di kulit tangan, kaki, dan badan.
"Barusan saya kan keluar sama papanya, terus pulang dia nangis-nangis. Gatal mah, kata dia. Waduh ini yang ketiga kalinya kena ulat bulu di sekolah," jelas Erika kepada mili.id.
Penampakan ulat bulu yang menyerang anak-anak SD di Kota Mojokerto
Erika lalu berinisiatif mengoleskan lotion anti gatal hingga garam ke tubuh anaknya yang mengalami gatal-gatal. Namun, rasa gatal itu tak kunjung berhenti dan terus menjalar ke seluruh tubuh anaknya.
"Tak kasih calamine ya gak mempan, terus tak gasih garam dianya malah makin teriak gatal mah gatal. Akhirnya saya kasih CTM ini," jelas dia.
Menurut Erika, gatal-gatal yang dialami anaknya ini adalah yang ketiga dalam waktu dua bulan. Kali ini ruam yang dialami lebih parah.
Ia berharap agar pepohonan yang rimbun, yang diduga menjadi sarang ulat bulu itu untuk segera dipangkas. Agar tidak ada lagi siswa yang terkena gatal-gatal.
Baca juga: Warga Kunjorowesi Bertahan dengan Mandi Sekali Sehari, Air Bersih Diprioritaskan untuk Memasak
Sementara Kepala SDN 3 Kranggan, Djimin mengakui, serangan ulat bulu ini sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir atau bulan Januari lalu. Hampir setiap hari ada saja siswa yang terkena gatal-gatal.
Namun, sudah dua hari ini, ada tiga sampai empat siswa yang kena.
"Ada sekitar empat orang (hari ini). Baru dari dalam kelas keluar langsung kena. Jadi lewat angin," bebernya.
Salah satu siswa SD di Kota Mojokerto yang diserang ulat bulu
Ulat bulu itu diduga bersarang di 7 pohon mangga yang ada di halaman sekolah. Pihak sekolah sudah dua kali melakukan penyemprotan, tapi tak mampu membasmi hama secara menyeluruh.
Sebab kondisi pohon yang rimbun dan terkendala tercatatnya SDN Kranggan 3 sebagai sekolah Adiwiyata yang tidak bisa serta merta memangkas pohon tanpa izin.
"Karena sekolah Adiwiyata, kalau langsung tebang bawah itu tidak boleh. Pohon-pohonnya sudah terdaftar, ini nanti akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk penanganan," papar dia.
Akibat peristiwa ini, seluruh siswa di SDN ini dipulangkan lebih awal, untuk mengantisipasi timbulnya korban.
Editor : Narendra Bakrie
