Kerusakan rumah warga Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean akibat gempa (Foto: Rama Indra/mili.id)
Gresik - 4000 lebih bangunan di Pulau Bawean, Gresik rusak akibat gempa. Sedangkan warga yang mengungsi, terdapat 9000 lebih jiwa.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, ada 4.291 bangunan yang rusak di Pulau Bawean. Sedangkan warga yang mengungsi 9.648 jiwa.
Baca juga: Haul ke-71 Habib Abu Bakar Assegaf Siap Digelar, Ratusan Ribu Jemaah Diprediksi Padati Gresik
"Gempa berdampak di dua kecamatan di Pulau Bawean, yaitu Sangkapura dan Tambak," terang Kepala BPBD Gresik, Sukardi di Pulau Bawean, Minggu (24/3/2024) dini hari.
Sukardi mengatakan, jumlah bangunan rusak terdiri dari rusak ringan, sedang hingga berat. Mulai bangunan sekolah, rumah warga, tempat ibadah, kantor dan fasilitas kesehatan.
"Kami, petugas BPBD bersama stakeholder terkait dan dibantu relawan, kini telah mengerahkan bantuan berupa pendirian posko, dan juga kebutuhan lain," jelasnya.
Warga Pulau Bawean mengungsi ke tempat aman akibat gempa (Foto: Rama Indra/mili.id)
Sukardi menyebut bahwa data kerusakan bangunan dan jumlah pengungsi, hingga kini masih proses pencatatan. Menurutnya, bisa saja bertambah, sebab petugas masih menyisir lokasi terdampak.
Dijelaskannya, kerusakan 4.291 itu terdiri dari 2.100 kerusakan di Kecamatan Sangkapura dan 2.191 di Kecamatan Tambak.
"Sangkapura, rumah warga yang rusak ringan ada 1.378, rusak sedang 272, rusak berat 377. Tempat ibadah, rusak ringan 41, sedang 2, berat 11. Dan sekolahan rusak ringan 14, rusak berat 5. Kantor rusak berat 1, fasilitas kesehatan (faskes) rusak ringan 1," beber Sukardi.
"Lalu, di Tambak, rumah warga yang rusak ringan ada 1.051, rusak sedang 736, berat 269. Tempat ibadah, rusak ringan 76, sedang 8. Dan sekolahan rusak ringan 30, rusak sedang 11. Kantor mengalami rusak ringan 10, faskes nihil," tambahnya.
Sedangkan jumlah pengungsi di Kecamatan Tambak ada 9.648 jiwa, mulai anak-anak hingga lansia. Kendati demikian, jumlah pengungsi masih terus didata petugas BPBD.
"Kecamatan Tambak 9.648 pengungsi itu sudah mengungsi di lokasi aman gempa. Terdiri 2.952 anak-anak, 5.509 orang dewasa dan 1.187 lansia. Data di Kecamatan Sangkapura masih kita akurat kan," ujarnya Sukardi.
Baca juga: Polres Gresik Raih Juara 1 Video Rampcheck Terbaik se-Jatim, Bukti Komitmen Keselamatan Lalu Lintas
BPBD Gresik dibantu personel tanggap bencana akan mendirikan lokasi pengungsian, kesehatan dan menggelontor bantuan warga.
"Besok kita lakukan peninjauan kembali di lokasi parah terdampak gempa. Selain itu kita akan mengedukasi masyarakat, trauma healing. Serta memastikan warga benar-benar aman," pungkas Sukardi.
Editor : Narendra Bakrie
