Pasien RS Unair dirawat di luar gedung dampak gempa Tuban (Foto-foto: Wendy/mili.id)
Surabaya - Ada 160 pasien Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) yang dirawat di area parkir menyusul rentetan gempa Tuban, Jumat (22/3/2024).
Gempa susulan dengan kekuatan paling besar, yaitu magnitudo 6,5 di kedalaman 10 kilometer Perairan Tuban, berdampak kerusakan sejumlah bangunan di Surabaya. Kepanikan massal pun terjadi.
Baca juga: Rayakan Hari Anak Nasional 2026 Melalui Ruang Berkarya yang Setara di Dafam Pacific Caesar Surabaya
Baca juga: Pasien RS Unair Dirawat di Lapangan Parkir, Keluarga Cemas Gempa Susulan
Untuk mengantisipasi adanya gempa susulan, RS Airlangga mengevakuasi 160 pasien ke areal parkir.
Manajer Penunjang Medis RSUA, Nur Cahyo Wibisono mengatakan, data pasien yang dievakuasi sebanyak 190 orang. Namun, 30 di antaranya sudah diperbolehkan pulang.
"160-an (pasien yang dievakuasi). Dari ICU 60 pasien, kemudian pasien dewasa 80. Sisanya anak-anak," ungkap Nur Cahyo, Jumat malam.
Dia memastikan akan mengutamakan pasien ICU, karena mereka membutuhkan alat bantu inkubator. Sedangkan pasien yang ringan berada di tenda dan lobi rumah sakit.
Baca juga: Eri Cahyadi Ancam Tutup Usaha Bandel Soal Pajak Dan Parkir
Perawatan darurat ini, lanjut Nur Cahyo, akan dilakukan sampai BMKG menyatakan situasi telah aman dan tidak ada potensi gempa susulan.
Sementara Kepala BPBD Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro menambahkan, pihaknya mendirikan sejumlah tenda darurat untuk ratusan pasien tersebut, guna mengantisipasi gempa susulan.
"Untuk yang RSUA ini kami dibantu muspika dan juga Unair sendiri untuk kewaspadaan, maka didirikan tenda. Ada tiga tenda, dari BPBD kota ada, BPBD provinsi jiga ada, kemudian dari dinsos meluncur," terang Hebi.
Baca juga: Dengan Semangat Kemerdekaan RI, PLN Gencarkan Promo Tambah Daya 50 Persen di Darmo Free Day
Untuk sementara, pihaknya mendirikan tiga tenda yang masing-masing bisa menampung 12 sampai 13 pasien di dalamnya. Hebi menegaskan akan menambah unit tenda bila dirasa kurang.
"Apabila tenda nanti kurang akan kita tambahkan. Unair yang meminta kita fasilitasi. Kewaspadaan ini harus kita jaga, tidak perlu panik. Tidak perlu cemas. Mudah-mudahan menurut informasi tidak ada gempa susulan seperti tadi sore," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
