Pasien RS Unair Dirawat di Lapangan Parkir, Keluarga Cemas Gempa Susulan

Pasien RS Unair Dirawat di Lapangan Parkir, Keluarga Cemas Gempa Susulan © mili.id

Pasien RS Unair dirawat di luar gedung dampak gempa (Foto-foto: Wendy/mili.id)

Surabaya - Pasien Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dirawat di luar gedung imbas rentetan gempa Tuban yang getarannya dirasakan hingga Surabaya, Jumat (22/3/2024).

Nur Saidah (23), salah satu keluarga pasien balita di RSUA mengatakan, saat gempa terjadi, dia masih menemani keponakannya yang dirawat di lantai 4. Ketika terjadi goncangan, keluarganya bersama pasien lain berhamburan turun gedung melalui tangga darurat.

Baca juga: ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya Hadirkan "Fraktal", Pameran yang Mengajak Menyelami Bentuk dan Warna

"Yang ketiga kerasa banget, dan agak lama guncangannya. Kami terus keluar semua, terus belum bisa kembali lagi. Panik orang-orang keluar semua, lewat tangga darurat," ungkap Nur ditemui mili.id, Jumat malam.

Pasien RS Unair dirawat di luar gedung dampak gempaPasien RS Unair dirawat di luar gedung dampak gempa

Saat ini, Nur dan keluarganya hanya bisa pasrah. Keponakannya masih harus menjalani perawatan. Sementara pihaknya juga takut bila terjadi gempa susulan.

Sementara Abdullah (28), yang juga salah satu keluarga pasien mengatakan, pihak rumah sakit menganjurkan para pasien untuk menjauh dulu dari gedung.

Sehingga pascagempa terakhir magnitudo 6,5 sore tadi, hingga pukul 20.50 WIB, para pasien dirawat di lapangan parkir.

Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi

"Kami dianjurkan untuk menjauh dari gedung. Was-was juga plafon karena sempat lihat runtuh," tambahnya.

Pasien RS Unair dirawat di luar gedung dampak gempaPasien RS Unair dirawat di luar gedung dampak gempa

Sementara pantauan mili.id di lokasi, sejumlah petugas gabungan dari TNI/Polri, BPBD Surabaya, Dinas Sosial dan lainnya terlihat standby di lokasi.

Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun

Beberapa di antara mereka bahu-membahu menyusun kerangka bagian atap tenda darurat berukuran 6x12 meter, dengan kapasitas maksimal 20 orang yang didirikan di area parkir.

Beberapa tenaga kesehatan (nakes) hilir mudik melakukan pendataan. Mereka juga mengecek perkembangan kondisi kesehatan masing-masing pasien.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait