Demo Aliansi Masyarakat Pro Demokrasi Mojokerto di depan Mapolres Mojokerto Kota (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto - Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pro Demokrasi Mojokerto berunjuk rasa mempertanyakan netralitas Polri dalam Pemilu 2024 di depan Mapolres Mojokerto Kota, Kamis (21/3/2024).
Demo itu dilakukan, buntut postingan Connie Rahakundini Bakrie yang menyebut polres-polres mempunyai akses ke aplikasi Sirekap KPU RI.
Baca juga: Idul Adha Dan Waisak, Tempat Hiburan Sampai Panti Pijat Dilarang Buka di Kota Mojokerto
Mereka membentangkan sejumlah poster berisi tuntutan netralitas Polri saat Pemilu 2024. Aksi berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB, dengan pengawalan ketat kepolisian.
Sekitar pukul 10.00 WIB, Wakapolres Mojokerto Kota Kompol Supriyono dan Kasat Samapta AKP Anang Leo menemui massa dan mengajak masuk perwakilan untuk audiensi.
"Kami menanyakan terkait netralitas polisi. Karena banyak isu kalau polisi tidak netral dan memihak salah satu paslon. Ditambah lagi dengan adanya keterlibatan polisi dalam Sirekap KPU. Salah satunya postingan pengamat militer itu (Connie Bakrie)," ujar Korlap Aksi, Rahmad Wicaksono.
Baca juga: Ular Besar Masuk Rumah Warga Magersari, Petugas BPBD Kota Mojokerto Evakuasi dari Bawah Lemari
Audiensi berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Menurut Wicaksono, ternyata Polres Mojokerto Kota tidak mempunyai akses ke aplikasi Sirekap KPU. Apalagi sampai bisa mengubah atau mengisi formulir C1. Menurutnya, Polri juga tidak memihak salah satu paslon dalam Pemilu 2024.
"Polisi sudah netral dan tidak mungkin memihak salah satu paslon. Polisi ternyata tidak mempunyai akses ke Sirekap. Setelah audiensi, kami menyatakan cukup puas dengan jawaban Polres Mojokerto Kota," jelasnya.
Massa kemudian membubarkan diri dari Polres Mojokerto Kota.
Baca juga: Ayah Tiri Nekat Cabuli Anak Istri di Mojokerto, Dipolisikan Keluarga
Wakapolres Mojokerto Kota, Kompol Supriyono menegaskan bahwa Polri netal dalam Pemilu 2024. Menurutnya, polres juga tidak mempunyai akses ke Sirekap KPU, apalagi sampai ikut serta mengisi formulir C1.
"Kami imbau masyarakat lebih bijak dalam menyaring informasi dari media sosial. Mari bersama-sama kita jaga Kota Mojokerto agar tetap kondusif," tandasnya.
Editor : Narendra Bakrie
