Banjir akibat cuaca ekstrem (Foto: Dok. mili.id)
Surabaya - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memperkirakan cuaca ekstrem masih akan melanda Jawa Timur hingga 18 Maret 2024.
Masyarakat diimbau waspada terhadap bencana hidrometeorologi di wilayahnya, mulai hujan intensitas tinggi, banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan hujan es.
Baca juga: Gempa M6,7 Guncang Sulawesi Tengah, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan mengatakan, Jawa Timur memasuki fase pergantian musim dari penghujan ke kemarau.
"Saat ini di wilayah Jawa Timur berada pada akhir musim hujan memasuki fase peralihan dari musim hujan ke musim kemarau," ungkap Taufik melalui keterangan tertulis, Kamis (14/3/2024).
Dia menjelaskan, cuaca ekstrem dipengaruhi meningkatkatnya aktivitas Madden Jullian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby, hingga menambah potensi pertumbuhan awan konvektif.
"Fenomena sirkulasi siklonik dari utara Australia juga mengakibatkan pola konvergensi atau pertemuan angin di Jawa Timur. Ini berpengaruh terhadap peningkatan cuaca ekstrem satu pekan ke depan," jelas dia.
Baca juga: Gempa M 6,7 Guncang Palu, Pasien dan Pengunjung RS Samaritan Dievakuasi ke Area Terbuka
Berdasarkan data BMKG Juanda, cuaca ekstrem diprakirakan akan melanda di sebagian besar wilayah di Jatim, meliputi Kabupaten Bangkalan, Lamongan, Madiun, Magetan, Ngawi, Sumenep, Kota Surabaya, Tuban, Gresik, Nganjuk, Bojonegoro, Pamekasan, Ponorogo dan Sampang.
Kemudian Kabupaten Sidoarjo, Banyuwangi, Batu, Kota Blitar, Jember, Jombang, Kota Madiun, Kota Mojokerto, Pacitan, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, Situbondo, Kabupaten Tulungagung.
Selanjutnya Kabupaten Kediri, Mojokerto, Blitar, Probolinggo, Pasuruan, Bondowoso, Malang Lumajang, Trenggalek, Kota Madiun, Kota Malang.
Baca juga: Fenomena Bediding dan Hujan Lebat Masih Mengintai hingga 18 Juni 2026
Untuk itu, bagi masyarakat yang berada atau berdomisili di wilayah curam, bergunung, maupun tebing, diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang ditimbulkan cuaca ekstrem, seperti banjir, banjir bandang, dan longsor.
"Bagi yang sedang berkendara, perlu diwaspadai jalanan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang saat hujan lebat," pungkas Taufik.
Editor : Narendra Bakrie
