Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono didampingi Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro turun langsung meninjau lokasi terdampak luapan Kali Sadar (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto - Intensitas hujan tinggi membuat wilayah kabupaten dan Kota Mojokerto terdampak banjir, Rabu (6/3/2024).
Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono turun langsung meninjau lokasi banjir yang terjadi di kawasan penyangga Gerbang Kertosusila.
Baca juga: 968 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Siap Turun ke Lapangan, Bupati Mojokerto Tekankan Akurasi Data
Pengecekan pertama kali dilakukan Adhy di tiga titik tanggul yang jebol di Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari, bersama Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati.
Langkah sementara, pihaknya akan melakukan penutupan dengan menggunakan sesek dan sandbag. Sebab untuk pembenahan secara permanen harus dilakukan saat air mulai surut.
"Kita lihat dan tahu penyebabnya tanggul jebol ada tiga. Jalan kami tutup sementara dengan sesek dan sandbag. Kalau sudah surut baru permanen yang penting penyelamatan," jelas Adhy.
Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono didampingi Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati meninjau tiga titik tanggul jebol di Kecamatan Mojosari (Foto: Nana/mili.id)
Tak hanya tanggul jebol yang menjadi prioritas Pemprov Jatim, Adhy juga memastikan pelayanan terhadap 1.200 warga terdampak harus dipenuhi. Pelayanan itu mulai dapur umum, posko kesehatan, dan logistik.
"Kalau makanan sudah siap dari BPBD, dan akan dipecah-pecah biar pelayanan maksimal. Termasuk kesehatan juga," ucapnya.
Baca juga: Idul Adha Dan Waisak, Tempat Hiburan Sampai Panti Pijat Dilarang Buka di Kota Mojokerto
Sementara untuk penanganan banjir di Kota Mojokerto, Pemprov Jatim sudah mengirimkan tiga pompa air sejak pagi.
"Mesin pompa airnya datang lebih cepat dari saya. Karena laporan Mas Pj sangat cepat. Kami juga support logistik, kemudian dapur umum 5.500, bila kurang kami tambah lagi," jelas Adhy didampingi Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro.
Sementara Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro menyebutkan, bahwa banjir hari ini disebabkan oleh luapan air Sungai Sadar yang tak mampu menampung debit air yang cukup deras.
Karenanya Pemkot Mojokerto saat ini tengah berupaya keras untuk melakukan penanggulangan banjir dengan berkoordinasi intens dengan pihak terkait.
Baca juga: Banjir dan Longsor Terjang Sigi
Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono didampingi Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro turun langsung meninjau lokasi terdampak luapan Kali Sadar
Total ada 4.503 warga terdampak banjir di Kota Mojokerto, yang berasal dari 4 kelurahan di 3 kecamatan. Mulai dari Meri di Kecamatan Kranggan, Gunung Gedangan di Kecamatan Magersari, dan Blooto, maupun Surodinawan di Kecamatan Prajuritkulon.
Saat ini Mas Pj juga telah menginstruksikan kepada Dinas PU Kota Mojokerto untuk memastikan rumah pompa bisa bekerja 24 jam nonstop mengatasi genangan air di titik terdampak banjir.
"Kami juga telah mendata seluruh tanggul-tanggul penahan air yang bermasalah, serta mewajibkan seluruh Kepala OPD, Camat, Lurah untuk siap siaga 24 jam jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tandasnya.
Editor : Narendra Bakrie
