Rupiah Melemah, Dolar AS Sentuh Level Rp17.700

Rupiah Melemah, Dolar AS Sentuh Level Rp17.700 © mili.id

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS per Selasa (19/5/2026).

Mili.id - Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Selasa (19/5/2026). Mata uang Garuda tercatat melemah hingga mendekati level Rp17.700 per dolar Amerika Serikat (AS), seiring penguatan dolar global dan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi internasional.

Berdasarkan data perdagangan pasar spot, rupiah bergerak di kisaran Rp17.703 per dolar AS pada sesi pagi. Posisi tersebut menjadi salah satu titik terlemah rupiah sepanjang tahun ini, setelah dalam beberapa hari terakhir terus mengalami tekanan terhadap mata uang AS.

Baca juga: Harga BBM di Selandia Baru Turun, Harga Pangan Justru Terus Naik

Pelemahan rupiah terjadi di tengah menguatnya dolar AS akibat kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat dan sentimen global yang mendorong investor memburu aset aman. Kondisi geopolitik internasional yang belum stabil juga turut memberi tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Situasi tersebut langsung direspons sejumlah bank nasional dengan menaikkan kurs jual dolar AS. Beberapa bank bahkan menetapkan harga jual dolar mendekati Rp17.700 per dolar AS untuk berbagai jenis transaksi.

Baca juga: Gubernur Khofifah Minta Segerakan Isi Kebutuhan Beras SPHP dan Minyakita Saat Meninjau Langsung Ketersediaan Bahan Pokok di Pasar Klojen Malang

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), misalnya, mematok kurs jual dolar AS melalui layanan TT Counter di kisaran Rp17.700 per dolar AS. Sementara PT Bank Central Asia (BCA) juga menaikkan kurs jual dolar pada layanan bank notes dan TT Counter di atas Rp17.500 per dolar AS.

Pergerakan rupiah sejalan dengan tren pelemahan mata uang di kawasan Asia. Sejumlah mata uang emerging market seperti ringgit Malaysia dan won Korea Selatan juga mengalami tekanan terhadap dolar AS, meski beberapa mata uang lain masih mampu bergerak stabil.

Baca juga: Rupiah Melemah, Akademisi Nilai Jadi Momentum Pembenahan Struktur Ekonomi Nasional

Pelaku pasar kini menanti langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Intervensi di pasar valas hingga kebijakan moneter dinilai menjadi faktor penting untuk meredam volatilitas yang masih tinggi di tengah derasnya arus keluar modal asing.

Di sisi lain, pelemahan rupiah juga mulai menjadi perhatian pelaku usaha karena berpotensi meningkatkan biaya impor dan menambah tekanan terhadap harga barang di dalam negeri.

Editor : Redaksi



Berita Terkait