Banjir bandang disertai tanah longsor yang terjadi di Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, mengakibatkan akses jalan warga terputus dan 27 kepala keluarga (KK) terisolasi.
Mili.id — Banjir bandang disertai tanah longsor yang terjadi di Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, mengakibatkan akses jalan warga terputus dan 27 kepala keluarga (KK) terisolasi.
Dilansir dari Kompas, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 15.20 Wita, setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Baca juga: Gempa M6,7 Guncang Sulawesi Tengah, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
“Akibatnya, sebanyak 27 KK kini hanya bisa beraktivitas dengan berjalan kaki,” kata Suyasa dalam keterangan resmi, Kamis (9/4/2026).
Menurut Suyasa, hujan deras menyebabkan kondisi tanah menjadi labil dan jenuh air, sehingga memicu longsor di area kebun cengkeh milik warga. Material longsoran kemudian terbawa aliran air dan berubah menjadi banjir bandang yang mengarah ke wilayah Pangkung Yeh Muncrat.
Longsoran tersebut menutup akses jalan beton milik Kelompok Tani Tempekan Yeh Muncrat sepanjang kurang lebih 1 kilometer dengan lebar sekitar 1 meter dan tebal 10 sentimeter. Jalan tersebut merupakan akses utama warga setempat.
“Material tanah dan lumpur sempat menumpuk dengan ketebalan sekitar 1,5 meter, panjang 10 meter, dan lebar 4 meter, sehingga akses kendaraan terputus total,” ujar dia.
Baca juga: Posyandu 6 SPM Tembalang Tembus Dua Kelurahan, Moms Udah Tahu Apa Saja Pelayanannya?
Hingga Kamis, warga bersama petugas BPBD masih melakukan pembersihan material di lokasi terdampak. Namun, jalur tersebut belum dapat dilalui kendaraan dan hanya bisa diakses dengan berjalan kaki.
BPBD menyatakan proses penanganan masih berlangsung dan membutuhkan waktu mengingat volume material yang cukup besar. Selain itu, kondisi tanah yang masih labil dinilai berpotensi memicu longsor susulan.
Oleh karena itu, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras.
Baca juga: Gempa M 6,7 Guncang Palu, Pasien dan Pengunjung RS Samaritan Dievakuasi ke Area Terbuka
“Kami mengingatkan warga agar tetap waspada. Jika hujan deras kembali terjadi, potensi bencana susulan masih ada,” kata Suyasa.
Sejauh ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, keterisolasian warga menjadi perhatian utama dalam upaya penanganan darurat dan pemulihan akses.
Editor : Redaksi
