H+3 Idul Fitri, Lonjakan Harga Cabai dan Ayam Masih Membebani Warga

H+3 Idul Fitri, Lonjakan Harga Cabai dan Ayam Masih Membebani Warga © mili.id

Pasar Rakyat Tanjung

Memasuki hari ketiga setelah Idul Fitri 1447 Hijriah, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Rakyat Tanjung masih terpantau tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Meski demikian, aktivitas perdagangan di pasar tetap ramai. Warga terlihat terus berbelanja kebutuhan sehari-hari, meskipun harus menghadapi lonjakan harga pada sejumlah komoditas utama.

Baca juga: Harga Cabai dan Elpiji di Jatim Naik

Berdasarkan pantauan pada Selasa (24/3/2026), harga cabai menjadi yang paling mencolok. Cabai merah besar dijual sekitar Rp100 ribu per kilogram, cabai tiung mencapai Rp150 ribu per kilogram, sementara cabai rawit menembus Rp200 ribu per kilogram. Untuk komoditas lain, bawang merah berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram dan bawang putih sekitar Rp38 ribu per kilogram.

Seorang pedagang, Maharan, mengungkapkan bahwa lonjakan harga ini sudah terjadi sejak menjelang Lebaran dan hingga kini belum mengalami perubahan signifikan. Ia juga menyebut aktivitas jual beli tetap berlangsung ramai, kecuali pada hari pertama Lebaran.

Baca juga: Harga Sembako di Jawa Timur Bergerak Dinamis, LPG dan Minyak Naik, Cabai hingga Daging Ayam Turun

Kenaikan harga juga terjadi pada daging ayam. Saat ini, harga daging ayam berada di kisaran Rp55 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram, jauh di atas harga normal yang biasanya sekitar Rp25 ribu per kilogram.

Pedagang lainnya, Herlian, menyebutkan bahwa harga tinggi ini sudah bertahan sejak pekan lalu dan belum menunjukkan penurunan. Meski begitu, daya beli masyarakat dinilai masih cukup kuat.

Baca juga: Lonjakan Penjualan Seller di Marketplace Lokal Pasca Lebaran : Dari Libur Toko hingga Percepatan Operasional

Para pedagang berharap harga bahan pokok, khususnya daging ayam, dapat segera berangsur turun agar tidak terus membebani masyarakat sekaligus menjaga stabilitas penjualan di pasar

Editor : Redaksi



Berita Terkait