Tim Satgas Pangan Polres Mojokerto bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog, BPS, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Bagian Perekonomian serta Dispari Kabupaten Mojokerto melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar di wilay
Mili.id – Menjelang bulan suci Ramadan, Tim Satgas Pangan Polres Mojokerto bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog, BPS, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Bagian Perekonomian serta Dispari Kabupaten Mojokerto melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar di wilayah Kabupaten Mojokerto, Selasa (17/2/2026).
Sidak difokuskan di Pasar Raya Mojosari guna memantau langsung pergerakan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan.
Baca juga: 49 Adegan Sadis! Detik-detik Badut Mainan Habisi Mertua di Mojokerto Direka Ulang
Kapolres Mojokerto melalui Kepala Unit Pidana Ekonomi Satreskrim Polres Mojokerto, Iptu Dawan Naibaho, mengatakan sidak dilakukan untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting) agar tidak memberatkan masyarakat.
“Ada dua komoditas bapokting yang harganya melonjak drastis sehingga menjadi perhatian tim gabungan saat sidak. Karena itu kami cek langsung ke sejumlah pedagang untuk menjamin keakuratan data,” terangnya.
Cabai Rawit Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
Komoditas pertama yang mengalami lonjakan signifikan adalah cabai rawit merah. Di Pasar Raya Mojosari, harganya menembus Rp120.000 per kilogram, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp40.000–Rp57.000 per kilogram.
Menurut Dawan, faktor cuaca menjadi penyebab utama kenaikan harga. Musim hujan menyebabkan banyak tanaman cabai di tingkat petani mengalami pembusukan, sehingga pasokan berkurang drastis di tengah meningkatnya permintaan menjelang Ramadan.
“Pedagang mengeluhkan harga kulakan sudah Rp95.000 per kilogram, sehingga mereka menjual di kisaran Rp120.000 per kilogram,” jelasnya.
Pihaknya juga menerima informasi bahwa pasokan cabai berasal dari wilayah Krian, Sidoarjo. Satgas Pangan akan berkoordinasi dengan distributor guna menjaga stabilitas harga hingga Lebaran.
Baca juga: Fakta Baru, Usai Bercumbu Badut Penjual Mainan di Mojokerto Ngamuk Lihat Chat WA Istri dab PIL
Harga Ayam Potong Ikut Naik
Selain cabai rawit, harga daging ayam potong juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp38.000 per kilogram menjadi Rp45.000 per kilogram. Pedagang menyebut kenaikan harga sudah terjadi sejak tingkat peternak.
Satgas Pangan berencana menggali informasi dari para peternak di Kecamatan Trawas terkait penyebab lonjakan harga tersebut.
“Kalau nanti ditemukan adanya penimbunan, tentu akan kami tegur. Jika ada unsur pidana, pasti kami tindaklanjuti. Kami upayakan komunikasi dengan distributor agar harga tetap stabil menjelang Lebaran,” tegas Dawan.
Baca juga: Ayah Tiri Nekat Cabuli Anak Istri di Mojokerto, Dipolisikan Keluarga
Beras SPHP dan Minyakita Stabil
Di sisi lain, harga beras SPHP dan Minyakita terpantau stabil sesuai HET dan stok dinyatakan aman hingga Hari Raya Idul Fitri. Harga beras SPHP saat ini Rp60.000 per 5 kilogram, sedangkan Minyakita Rp15.700 per liter atau Rp31.000 per 2 liter.
Sementara itu, beberapa komoditas lain mengalami kenaikan ringan, di antaranya cabai merah dari Rp30–35 ribu per kilogram menjadi Rp40 ribu per kilogram, bawang merah dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram, serta bawang putih dari Rp30 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram.
Satgas Pangan memastikan pengawasan akan terus dilakukan guna mencegah spekulasi harga dan menjamin ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat Mojokerto selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Editor : Redaksi
