Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Mojokerto, Rabu (4/2/2026) sore.
Mili.id – Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Mojokerto, Rabu (4/2/2026) sore.
Akibatnya, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, terutama di Dusun Sanggrahan, Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto bergerak cepat turun ke lokasi untuk melakukan pendataan sekaligus menyalurkan bantuan darurat berupa terpal kepada warga terdampak.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, mengatakan bahwa bantuan terpal diberikan sebagai langkah awal penanganan agar rumah warga tetap terlindungi dari hujan susulan.
“Begitu menerima laporan, tim BPBD langsung menuju lokasi untuk asesmen dan penanganan awal. Bantuan terpal kami salurkan agar warga bisa melakukan penutupan sementara pada bagian rumah yang rusak,” ujar Rinaldi.
Di Dusun Sanggrahan, Desa Ngingasrembyong, tercatat enam rumah terdampak angin kencang. Salah satu rumah milik Yudi mengalami kerusakan parah pada bagian dapur yang ambruk dengan ukuran sekitar 4 x 4 meter.
Sementara rumah warga lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang pada bagian atap. BPBD Kabupaten Mojokerto menyalurkan bantuan terpal dengan rincian:
Supeni: 1 lembar
Yudi: 2 lembar
Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian
Hasan: 1 lembar
Hadi: 1 lembar
Zaenal: 1 lembar
Pri: 1 lembar
Selain di Desa Ngingasrembyong, dampak cuaca ekstrem juga terjadi di beberapa wilayah lain, di antaranya Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko, serta Desa Trowulan dan Desa Temon, Kecamatan Trowulan.
Total terdapat 14 rumah warga yang dilaporkan mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga sedang.
Tak hanya merusak rumah warga, angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang di sejumlah titik, seperti di Kecamatan Trowulan, Puri, dan Sooko.
BPBD bersama PMI, FPRB, TNI/Polri, serta masyarakat setempat melakukan evakuasi pohon tumbang hingga seluruh lokasi dinyatakan aman dan lalu lintas kembali lancar pada malam hari.
Rinaldi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi.
“Kami mengajak warga meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang, serta segera melapor ke BPBD jika terjadi kondisi darurat,” pungkasnya.
Editor : Redaksi
