Tangkapan layar sepasang pria-wanita bermesraan di tempat umum dekat Kota Lama Surabaya.
Surabaya, mili.id - Video yang mempertontonkan sepasang laki-laki dan perempuan mesum di tempat umum dekat dengan kawasan Kota Lama Surabaya, menjadi viral di sosial media (sosmed).
Dalam video berdurasi 24 detik yang dihimpun milikindonesia.id, tampak seorang perempuan mengenakan kerudung hitam dan memakai jaket itu duduk dipangkuan lelaki.
Baca juga: Rayakan Hari Anak Nasional 2026 Melalui Ruang Berkarya yang Setara di Dafam Pacific Caesar Surabaya
Mereka bermesraan di kursi besi yang berada di pedestrian, dan tidak jauh dari mereka terparkir motor Honda Beat putih-biru yang diduga milik pasangan tersebut.
Kasatpol PP Surabaya M. Fikser membenarkan bila peristiwa mesra-mesraan itu terjadi di Surabaya, dan dirinya memastikan pemeran dalam adegan tersebut bukanlah anak-anak.
"Itu bukan anak-anak, itu orang dewasa. Lokasinya itu di antara Jalan Rajawali dan Jalan Elang, yang dekat pom bensin," katanya melalui sambungan telepon, Kamis (6/2/2025).
Lokasi yang digunakan mereka bermesraan ini jauh dari Taman Sejarah, namun masih berada di sekitaran Kota Lama Surabaya.
Baca juga: Eri Cahyadi Ancam Tutup Usaha Bandel Soal Pajak Dan Parkir
Fikser menegaskan bila telah menempatkan anggotanya di kawasan tersebut dan rutin melakukan patroli.
"Jadi di situ kan jauh dari Taman Sejarah, dengan kejadian ini, kami akan tingkatkan pengawasan di sana lah. Kita petugas di sana sudah sering patroli, tapi kan tidak tiap menit atau tiap jam. Patroli dilakukan secara acak," tegasnya.
Sementara itu, pihaknya mengimbau masyarakat atau wisatawan Kota Lama Surabaya yang menemukan aktifitas negatif di kawasan tersebut bisa langsung melapor ke anggota Satpol PP terdekat yang disiagakan di beberapa titik.
Baca juga: Dengan Semangat Kemerdekaan RI, PLN Gencarkan Promo Tambah Daya 50 Persen di Darmo Free Day
"Kita juga minta tolong kepada warga yang menemukan aktifitas menyimpang bisa langsung melaporkan ke kita, karena di sana pasti ada anggota Satpol PP," terangnya.
Dengan demikian, Fikser berencana menambah radius patroli dan menambah pasukan di lokasi. Hal ini dilakukan agar kejadian serupa tak terulang dikemudian hari.
"Kalau penambahan radius patroli sudah kita lakukan, sebaran pasukan yang menjaga sampai sana akan kita lakukan juga," pungkasnya.
Editor : Aris S
