Evakuasi pesawat latih milik Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi (Foto: Eko Purwanto/mili.id)
Banyuwangi, mili.id - Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi buka suara soal insiden yang menimpat pesawat latihnya.
Soal insiden di perairan Pantai Gumuk Kantong, Dusun Palurejo, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, pihak API menegaskan pesawat jenis cessna itu bukan jatuh, melainkan mendarat darurat.
Baca juga: Tradisi Ithuk-Ithukan Banyuwangi Tetap Lestari, Wujud Syukur Warga Osing atas Sumber Kehidupan
Hal itu diungkapkan Direktur API Banyuwangi, Kapten Daniel Dewantoro Rumani. Ia mengatakan jika pesawat diawaki taruna dan instruktur itu sebagai succesful ditching.
"Selamat pagi pak. Puji Tuhan Crew-nya selamat hanya luka lecet dan melakukan prosedur secara benar dan dikategorikan sebagai succesful ditching atau pendaratan darurat di perairan yang berhasil," ujar Daniel, Kamis (6/2/2025).
Daniel menambahkan bahwa pendaratan darurat dikarenakan adanya engine failure atau kegagalan mesin. Pendaratan darurat sukses dilakukan ditandai dengan kedua awak pesawat dalam keadaan selamat dan kondisi pesawat relatif utuh.
"Pendaratan darurat hanya ada 2. Pertama di darat kemudian di perairan (ditching). Pendaratan darurat karena engine failure, sukses melakukan pendaratan darurat dinilai dari kondisi crew dan penumpang selamat dan pesawat relatif utuh," ujar Daniel.
Sebelum mendarat darurat ke perairan Pantai Gumuk Kantong, pesawat latih itu terbang rendah pada ketinggian kurang dari 3 meter.
Baca juga: Nini Carlina Comeback di Kampung Halaman, Rilis Lagu Religi “Siti Hajar” Penuh Haru
"Berdasarkan keterangan dari saksi yang melihat, pesawat terlihat terbang melewati pesisir pantai Gumuk Kantong dari arah selatan ke Utara dengan ketinggian kurang dari tiga meter," jelas Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, Kompol Muchammad Wahyudi usai kejadian.
Menurut Wahyudi, kondisi baling-baling pesawat dengan nomor sayap PK BYK C 172 ini masih berputar, tapi pelan. Lalu pesawat terbalik di perairan setelahnya.
"Kemudian pesawat dengan kondisi terbalik ke arah depan dengan kondisi bagian roda pesawat menghadap ke atas," terangnya.
Sesaat setelah insiden, warga melihat ada dua orang keluar dari pesawat tersebut.
"Dua kru pesawat yang keluar langsung dievakuasi warga dan nelayan setempat," kata dia.
Penyebab pasti dalam insiden itu masih menunggu penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Dugaan sementara diakibatkan matinya mesin. Namun untuk pastinya masih menunggu penyelidikan dari KNKT," tandas Wahyudi.
Editor : Narendra Bakrie
