Pj Wali Kota Mojokerto, Ali Kuncoro menenangkan salah satu keluarga korban (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto, mili.id - Tangis keluarga pelajar SMP 7 Mojokerto pecah usai mengetahui anak mereka tewas tenggelam di Pantai Drini Gunungkidul, Yogyakarta.
Salah satu keluarga dari pelajar korban tewas dalam insiden itu tak kuasa membendung duka, setibanya di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Selasa (28/1/2025).
Baca juga: CKG Kota Mojokerto Capai 71,5 Persen, Pemkot Kejar Cakupan 100 Persen pada Oktober
"Sampai di mana," ucap wanita tersebut dengan air mata berlinang.
Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro (Mas Pj) yang berada di lokasi berusaha menenangkan salah satu keluarga korban itu.
"Ibu, istighfar nggih. Pulangnya biar diantar saja," ungkap Mas Pj.
Mas Pj Ali Kuncoro menjelaskan, peristiwa terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Dilaporkan ada 13 siswa kelas VII yang terseret ombak laut selatan tersebut, dalam kegiatan outing class.
"Dari 13 siswa kami, dilaporkan 9 diketemukan dalam keadaan selamat. Ada 7 yang dirawat di Rumah Sakit Saptosari. Sedangkan dua dirawat di Rumah Sakit Sajito," beber Mas Pj.
Pemkot Mojokerto memberikan keterangan resmi soal insiden yang menimpa pelajar SMP 7 Mojokerto
"Dan tiga siswa diketemukan dalam keadaan meninggal dunia. Kemudian satu sampai saat ini masih dalam proses pencarian Tim SAR Gunungkidul," imbuhnya.
Baca juga: Hari Anak Nasional 2026, Ditjenpas DIY Tegaskan Komitmen Wujudkan Masa Depan Anak Binaan
Adapun korban selamat adalah ER kelas 7C, DK kelas 7C, PA kelas 7A, BG kelas 7B, MZ kelas 7E, AR kelas 7E, AM kelas 7C.
Sedangkan dua korban selamat lainnya AR dan AM harus mendapatkan perawatan khusus di RS Sajito, dikarenakan mengalami iritasi lambung.
"Tentu ini karena kondisi yang dialami tidak sama, dan yang 7 ini di Rumah Sakit Saptosari sudah ikut kembali dengan rombongan, sudah persiapan pulang menuju Kota Mojokerto," bebernya Mas Pj.
Sementara tiga pelajar kelas 7C, yaitu AAA, RYP, dan MYA dinyatakan meninggal dunia. Satu siswa lainnya, RF yang juga siswa kelas 7C, hingga kini belum ditemukan.
Baca juga: BPBD Mojokerto Mulai Distribusi Air Bersih ke Tiga Desa Terdampak Kemarau, Layani 2.776 KK
Mas PJ mengkau masih melakukan koordinasi dengan Pemda Gunungkidul untuk mengetahui update informasi secara berkala.
"Kita juga melakukan pendampingan keluarga korban, untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus santunan sebagai kewajiban kami," tambahnya.
Untuk proses pemulangan jenazah, lanjut Mas Pj, bakal dilaksanakan sekitar pukul 15.00 WIB dari RSUD Saptosari.
"Tentu akan kita kawal dan perhatikan dengan baik agar sesuai dengan harapan kita semua," pungkas Mas Pj.
Editor : Narendra Bakrie
