Penjelasan 3 Srikandi Pilgub Jatim 2024 Soal Pendidikan Karakter Generasi Muda

Penjelasan 3 Srikandi Pilgub Jatim 2024 Soal Pendidikan Karakter Generasi Muda © mili.id

Suasana debat perdana Pilgub Jatim 2024 di Graha Unesa Surabaya (Foto: Bejo/mili.id)

Surabaya - Tiga srikandi memberikan penjelasannya soal pendidikan karakter generasi muda dalam debat perdana Pilgub Jatim 2024.

Tiga srikandi calon gubernur Jatim yang tampil dalam debat Jumat (18/10/2024) malam itu adalah Luluk Nur Hamidah, Khofifah Indar Parawansa dan Tri Rismaharini.

Baca juga: Khofifah Siap Mengemban Amanah Masyarakat, Siapkan Jatim Jadi Gerbang Nusantara Baru

Mendapat kesempatan pertama, cagub Jatim nomor urut 3 Tri Rismaharini (Risma) menjawab pertanyaan moderator mengenai komitmen dan upaya dalam meningkatkan pendidikan karakter generasi muda.

Menurut Risma, pendidikan karakter harus ditanamkan sejak dini, termasuk hormat pada orangtua dan menghargai teman.

"Kami akan fokus bagaimana pendidikan berkarakter harus dimulai sejak anak usia dini. Pertama, hormat kepada orang tuanya. Kedua, menghargai sesama teman, itu harus diajarkan sejak anak usia dini dan melibatkan peran orang tua," ujarnya.

Risma menyebut, bila hal itu terlaksana, anak-anak bukan hanya belajar tentang disiplin dan masa depan, tetapi juga diajarkan pula tentang integritas.

"Maka kita tidak perlu takut untuk masa depan anak-anak kita, karena bukan hanya mereka punya etos kerja yang tinggi, tetapi juga mereka mengerti bahwa semua yang ada adalah ciptaan Tuhan dan menghargai masa depan mereka, bukan hanya di dunia saja," papar dia.

Berbeda dengan jawaban Risma, cagub nomor urut 1, Luluk Nur Hamidah menanggapi bahwa pendidikan karakter bisa dimulai dari keluarga.

"Pendidikan karakter itu bisa dimulai dari keluarga, komunitas, sekolah, bahkan di lingkungan kerja. Maka penting keteladanan itu untuk menjadi ukuran bagi kita," ungkap Luluk.

Luluk menambahkan, jika ingin mengajarkan kejujuran kepada generasi muda atau anak-anak, harus dimulai dari diri sendiri.

Baca juga: Apresiasi Pj Gubernur Pada KPU Jatim atas Suksesnya Pelaksanaan Pilgub 2024

"Kalau seorang pemimpin mengajarkan tentang hidup bersih atau kejujuran, maka dia sendiri harus bebas dari kemunafikan dan sikap manipulasi, karena itulah yang paling melekat pada anak-anak kita. Maka itulah mengapa kemudian guru menjadi penting, orangtua menjadi penting, dan pimpinan menjadi penting," ulas dia.

Sementara cagub nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa mengaku sepakat dengan pernyataan Risma dan Luluk.

"Kami sepakat dengan paslon 1 dan 3, karena pada dasarnya kami sudah memberikan BOP (Bantuan Operasional Penyelenggaraan) PAUD," terang cagub petahana ini.

"Jadi sejak usia dini, Pemprov Jatim sudah memberikan BOP PAUD se-Jawa Timur, tentu dengan partnership dengan kabupaten dan kota," tambah Khofifah.

Khofifah menyampaikan, pada masa kepemimpinannya sebagai gubernur Jatim, pihaknya juga telah memberikan Bantuan Operasional Sekolah Madrasah Diniyah (BOS Madin).

Baca juga: Khofifah-Emil Gubernur & Wakil Gubernur Jatim Terpilih, Rencana Dilantik 20 Februari

"Kami ingin menyampaikan bahwa pada periode pemerintahan kami, kami memberikan BOS Madin karena pendidikan karakter antara lain setelah mereka selesai sekolah SD, banyak yang melanjutkan sekolah madin," bebernya.

"Kami juga menyampaikan bahwa untuk SMA itu dalam koordinasi kewenangan pemprov. Kami menyiapkan sekolah-sekolah yang bisa membangun karakter melalui Sekolah Taruna Brawijaya, Sekolah Taruna Madani, Sekolah Taruna Bayangkara. Dan ini semua berasrama untuk menguatkan karakter," sambung Khofifah.

Debat Perdana Pilgub Jatim 2024 yang digelar KPU Jatim ini berlangsung aman dan kondusif.

Ratusan aparat keamanan disiagakan di area debat. Selain itu, massa pendukung masing-masing pasangan calon juga tertib mengikuti acara ini.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait