Sempat memanas antarpendukung ketika Rapat Pleno Penentuan Nomor Urut. (Hatta for Mili.id)
Jember - Sebagai lembaga pengawasan yang berkaitan erat dengan pelaksanaan Pilkada 2024, Bawaslu Jember juga mengawasi langsung pelaksanaan Rapat Pleno Terbuka KPU Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Pilkada 2024 Jember, yang digelar di aula STIKES dr Soebandi Jember, Senin (23/9/2024) malam.
Dalam proses rapat pleno terbuka itu, diketahui sempat terjadi ketegangan antar pendukung masing-masing paslon.
Baca juga: Partisipasi Peserta dari 16 Kota di Jawa dan Bali di Event Tahunan Aston Jember
Di tengah perang yel-yel antar pendukung Cabup-Cawabup Hendy Siswanto-Muhammad Balya firjaun Barlaman (Hendy-Gus Firjaun). Dengan pendukung Paslon Muhammad Fawait-Djoko Susanto (Gus Fawait-Djos).
Terkait kegiatan rapat pleno terbuka itu, Kordiv Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Jember Wiwin Riza Kurnia mengatakan, pihaknya melakukan pengawasan ketat dari proses yang berlangsung.
Beberapa poin temuan yang ada saat proses rapat pleno terbuka, menjadi catatan pihaknya, sebagai tupoksi dalam menjalankan tugas.
Baca juga: Ketua MAKI Jatim Apresiasi Pemenang Kompetisi Fun Run 5K di Jember
"Terkait pengawasan kami, lebih pada ketaatan prosedur dan bagaimana proses rapat pleno terbuka ini. Jadi itu (pengawasan yang dilakukan) dari tahapan, berita acara, kemudian penyampaian dua pasang calon dan konsep acara," kata Wiwin saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Selasa (24/9/2024).
Diungkapkan Wiwin jika sempat terjadi konflik dari proses, di mana potensi sekarang itu pada proses Pilkada. Hal itu lebih pada bentuk pencatatan yang dilakukan Bawaslu.
Baca juga: Antusias Warga Jember Ikuti Kompetisi Fun Run Gratis, Gebrakan MAKI Jatim
Terkait potensi-potensi persoalan yang terjadi, lanjutnya, lebih kepada perkembangan zaman.
"Terlebih yang jadi fokus pengawasan kami, dan antisipasi yang terjadi adalah terkait politisasi SARA, disinformasi dan hoaks. Hal-hal itu yang semakin marak," ucapnya.
Editor : Aris S
