Kegiatan coklit di Dusun Petung, Desa Kretek, Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso, Kamis (27/6/2024). (Bawaslu Bondowoso for Mili.id)
Bondowoso - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 di Kabupaten Bondowoso sudah masuk tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih.
Baca juga: Polres Bondowoso Amankan DPO Kasus Curanmor di Tol Kalikangkung Jawa Tengah
Coklit tidak hanya dilakukan di wilayah perkotaan saja, melainkan di seluruh wilayah, termasuk kawasan pelosok.
Di Kabupaten Bondowoso terdapat salah satu wilayah terpencil yakni Dusun Petung, Desa Kretek, Kecamatan Taman Krocok.
Berdasarkan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4), di dusun tersebut terdapat 172 calon pemilih.
Tantangan bagi penyelenggara pemilu cukup besar, sebab untuk sampai ke dusun petung cukup sulit.
Dari pusat pemerintahan desa kretek, memang hanya kisaran 3-5 kilometer saja. Tetapi jalur untuk sampai sangat ekstrem.
Penyelenggara harus mendaki melalui jalan setapak. Salah satu sisinya berupa tebing. Terjatuh, maka fatal akibatnya.
Bahkan, nasib apes dialami Yuliezt Tiara Dewi Andansari, salah seorang penyelenggara pemilu yang monitoring ke dusun tersebut.
Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Taman Krocok ini sampai pingsan dalam perjalanan.
"Kemarin (27/6/2024) kan berangkat bersama rombongan sekitar jam setengah 8. Dari kantor desa ke dusun itu kita jalan kaki," kata Yuliezt diwawancarai Mili.id, Jumat (28/6/2024).
Rombongan yang dimaksud adalah PPK, PPS, Pantarlih yang diawasi oleh Bawaslu, Panwascam dan PKD Kretek.
"Saya gak terbiasa sarapan pagi. Jadi sengaja bawa bekal untuk dimakan sesampai di tujuan. Saya gak mengira kalau ternyata akses ke dusun petung terjal, menanjak, melewati hutan dan harus melalui 2 gunung," akunya.
Perjalanan dari pusat pemerintahan desa dengan berjalan kaki ditempuh rombongan sekira 2-3 jam.
"Saat istirahat jam setengah 10, saya sempat sesak nafas dan keluar keringat dingin. Habis itu saya tidak ingat apa-apa. Saat bangun, teman-teman sudah kumpul di sekitar saya," tuturnya.
Melihat kondisi yang tidak memungkinkan, Yuliezt tidak melanjutkan perjalanan dan pulang kembali ke kantor desa.
Baca juga: HUT Bhayangkara ke-80, Polres Bondowoso Gelar Khitanan Massal dan Cek Kesehatan Gratis di Prajekan
"Sedangkan teman-teman yang lain terus untuk coklit itu," ucapnya.
Dari pihak Komisioner Bawaslu Kabupaten Bondowoso, yang hadir monitoring coklit di dusun petung adalah Ahmad Zairudin, Kordiv Hukum dan Penyelesaian Sengketa.
"Kami berangkat dalam rangka monitoring coklit di TPS 3 Desa Kretek. Ada 172 calon pemilih yang terdaftar di DP4. Mereka berasal dari 2 dusun yaitu Dusun Petung 1 dan Petung 2. Kalau orang sini menyebut Petung Bhere' (Barat) dan Petung Temor (Timur)," sebut Zairudin dikonfirmasi terpisah, Jumat (28/6/2024).
Pencoklitan awal di dusun petung 1 sekira pukul 10.30 WIB -11.00 WIB dan hanya sampling 10 calon pemilih.
"Sebab rata-rata penduduk dusun petung sedari pagi berkebun dan bekerja di hutan. Baru pulang sore hari. Kami hanya mendapati 10 calon pemilih saja yang dicoklit kemarin. Tapi coklit terus berlanjut sampai hari ini," papar Rudi, sapaan akrabnya.
Monitoring dimaksud untuk mencegah terjadinya kecurangan pemilu dari sisi pendataan data pemilih.
"Kadang Pantarlih yang dapat wilayah aksesnya sulit, tidak mendatangi calon pemilih satu per satu, malah lewat 'jalan-jalan pintas '. Bawaslu hadir sebagai wujud menjamin hak pilih warga tidak terlewat satupun oleh pantarlih. Jadi coklit sesuai prosedur," tegasnya.
Tidak semua wilayah di dusun petung ditempuh rombongan dengan berjalan kaki dari dusun ke dusun lainnya, mereka harus naik motor dengan panduan warga setempat.
Baca juga: Jumat Berkah Berbagi Polres Bondowoso, 500 Nasi Kotak Dibagikan kepada Jamaah Usai Salat Jumat
"Dari dusun petung 1 ke petung 2 saya dan rombongan meminta bantuan naik motor dipandu warga sana. Itupun 20 menit baru sampai. Kalau berjalan kaki, InsyaAllah 2 jam lagi. Jadi total 4 jam hanya sampai ke lokasi dari kantor desa," urainya.
Rombongan penyelenggara pemilu itu pun baru turun sekira pukul 15.00 WIB dan sampai ke kantor desa di waktu petang.
Sementara Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bondowoso, Imrotul Husnah menyebut bahwa DP4 di desa kretek sekitar 1.400 calon pemilih.
"Di desa itu ada 4 TPS. Untuk dusun petung 1 TPS dengan DP4 172 orang," kata Kordiv Perencanaan Data dan Informasi tersebut dikonfirmasi Mili.id, Jumat (28/6/2024).
Sempat muncul usulan penambahan TPS di Kretek menjadi 5 TPS. Khusus dusun petung 2 TPS karena pertimbangan topografi.
"Ada permintaan penambahan TPS, jadi saya harus cek langsung untuk bagaimana kita ajukan ke Provinsi," kata dia.
Husnah menegaskan bahwa perihal pencoklitan di dusun petung tidak ada masalah.
"Pada dasarnya tidak ada masalah, hanya jalannya saja ke sana yang sangat sulit," pungkasnya.
Editor : Aris S
