ASN diwajibkan untuk mengumpulkan ponsel masing-masing di dalam satu keranjang khusus setiap rapat di kalangan pemkot. (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto - Habit baru diinisiasi Pj Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro di kalangan ASN Pemkot Mojokerto cegah phone snubbing, yakni ASN diwajibkan untuk mengumpulkan ponsel di dalam satu keranjang khusus setiap rapat di kalangan Pemkot.
"Kebiasaan mengumpulkan HP ini mulai kami berlakukan sajak pagi kemarin, saya ingin semua yang ikut rapat fokus, fisik dan pikirannya hadir untuk rapat. Bukan yang fisiknya hadir, tapi malah sibuk scrolling sosmed atau istilah gen Z sekarang ini phone snubbing, yang membuat rapat jadi tidak fokus dan tidak produktif," ujar Selasa (4/5/2024).
Baca juga: Idul Adha Dan Waisak, Tempat Hiburan Sampai Panti Pijat Dilarang Buka di Kota Mojokerto
Sebab tak bisa dipungkiri, kemajuan teknologi dan kehadiran media sosial semakin sulit untuk dipisahkan dalam keseharian manusia.
Keberadaan media sosial seperti WhatsApp, membantu jajaran pemkot untuk melakukan pekerjaan sehari-hari, seperti berkoordinasi ataupun berbagi informasi.
Namun, ada beragam media sosial lainnya yang juga banyak dimanfaatkan, sehingga mengakibatkan arus informasi semakin sulit dibendung.
Pesan informasi di beragam media sosial tersebut juga dikemas berupa konten yang sangat menarik, sehingga memicu terjadinya distraksi digital.
Baca juga: Ular Besar Masuk Rumah Warga Magersari, Petugas BPBD Kota Mojokerto Evakuasi dari Bawah Lemari
"Tidak ada yang salah dengan sosial media. Tapi, sekarang seringnya adalah, niat awal buka WA, mau balas satu chat penting. Selesai membalas, bukan ditutup kok jadi buka yang lainnya. Nah, itu sudah jadi kebiasaan mayoritas kita saat ini. Jadinya sulit fokus, konsentrasinya terpecah," tutur Ali Kuncoro.
Mengutip artikel _Harvard Business Review_ (2015), kajian yang dilakukan Cliford Nass dari Stanford University menunjukkan, seseorang yang terbiasa berkegiatan sambil tetap sibuk memperhatikan konten digital, ternyata tidak memperhatikan, mengingat, dan mengatur tugasnya sebaik orang yang tetap fokus pada satu hal di satu waktu.
Hal ini tentu saja berakibat pada turunnya produktivitas dan keterlibatan, baik di kantor maupun di rumah.
Baca juga: Harga Turun, Sapera Justru Jadi Primadona! Kisah Polisi di Mojokerto yang Sukses Bangun 5 Kandang
"Ini memang terlihat kecil, sederhana. Tapi semoga ini bisa menjadi ikhtiar kami, untuk semakin meningkatkan pelayanan untuk masyarakat. Karena dengan rapat-rapat yang kondusif, akan menghasilkan kebijakan berkualitas, yang nantinya berpengaruh ke masyarakat," pungkasnya.
Editor : Aris S
