Pengprov Perbasi Jatim menggelar rakerda di salah satu hotel di Surabaya (Foto: Humas Koni Jatim for mili.id)
Surabaya - Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jawa Timur terus berinovasi.
Sejumlah program dilakukan, di antaranya menggelar lisensi pelatih dan wasit hingga rencana menggulirkan kompetisi basket bertajuk Liga Jatim tiap tahun.
Baca juga: Imigrasi Jatim Berhasil Amankan Pekerja Ilegal Asal China, Gunakan Visa Pra-Investasi
Gebrakan ini dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu basket di Jatim.
Ketua Umum Perbasi Jatim, Grace Evi Ekawati mengatakan, konsep dari kompetisi basket bertajuk Liga Jatim tersebut masih dimatangkan. Namun, pihaknya sudah menunjuk panitia pelaksana (panpel).
"Ada terobosan baru adalah Liga Jatim, yakni kita juga sudah menunjuk Mas Erry (Erry Bramasto) sebagai Ketua Panpel dan sudah ada SK-nya. Pada prinsipnya (Perbasi Jatim) percaya, karena tujuannya Liga Jatim harus ada (bergulir) di Tahun 2024 ini," terang Evi, Selasa (27/2/2024).
Pengprov Perbasi Jatim menggelar rakerda di salah satu hotel di Surabaya
Menurut Evi, nantinya akan ada perubahan dalam basket di provinsi bagian timur Pulau Jawa ini. Itu, tentunya agar Perbasi Jatim lebih solid lagi. Mulai dari penyelenggaraan event maupun sosialisasi ke masyarakat atau ke sekolah.
Baca juga: Pemprov Jatim Luncurkan Beasiswa 2026, Siapkan 1.100 Kuota hingga Doktor dan Al-Azhar Mesir
"Selama ini memang sudah disosialisasi. No lesson no game di tingkat sekolah. Yang artinya kalau tidak belajar, tidak bermain (basket). Sekarang ini lebih ditekankan lagi, no lesson no game," tegasnya.
Evi mengaku tidak hanya ingin konsisten mencetak atlet-atlet basket berprestasi. Namun juga mengembangkan sumber daya wasit dan pelatih yang mumpuni. Pihaknya pun berencana menertibkan penerbitan lisensi pelatih maupun wasit.
"Kalau sudah memilih pelatih, ya pelatih. Nggak bisa (rangkap jadi) wasit. Kita beri batas waktu tiga bulan (menetapkan pilihan) ini sekaligus sosialisasi dan tenggang waktu. Setelah itu kita pasti strict, bisa dicabut lisensinya," jelasnya.
"Hal ini supaya memperbaiki kualitas yang dimiliki oleh Jatim. Kalau nggak, nanti mereka nggak fokus, nggak spesialis, malah kayak ilmu serabutan. Untuk daerah yang belum, ya kita dukung, kita pacu, kita bantu, supaya menciptakan segera sumber daya yang mumpuni," tegas sosok yang dikenal dengan predikat Ibu Segala Bangsa itu.
Baca juga: Expo Konstruksi Jatim 2026 Digelar, Tampilkan Inovasi Teknologi dan Material Bangunan Masa Depan
Sementara Erry Bramasto mengungkapkan alasan bakal digulirkan Liga Jatim karena kompetisi basket untuk kelompok umur di Jatim cukup terbatas. Atas dasar itu, Perbasi kabupaten/kota ingin kedepannya punya kompetisi yang bisa digulirkan tiap tahun.
"Ini kita masih godok kelompok umur berapa yang harus main. (Peserta) antar kabupaten/kota atau antar klub, kan belum (diputuskan). Kita masih observasi, tanya ke wilayah-wilayah supaya pesertanya maksimal," jelas Erry.
"Kita juga masih nyari formula yang bagus dulu. Termasuk skema kompetisinya kita mau pakai wilayah, atau mungkin dijadikan satu dibuat series. Insya Allah dalam sebulan ini mungkin kita udah punya rumusan," pungkas Ketua Pengkab Perbasi Gresik tersebut.
Editor : Narendra Bakrie
