Jelang Ramadan Harga Bahan Pokok Tinggi, Begini Langkah Pemprov Jatim

Jelang Ramadan Harga Bahan Pokok Tinggi, Begini Langkah Pemprov Jatim © mili.id

Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono cek harga pasar murah. (Ist for Mili.id)

Surabaya - Untuk menjaga minat beli masyarakat agar tidak terjadi inflasi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggencarkan operasi pasar murah lantaran sejumlah harga bahan pokok (bapok) masih tinggi menjelang bulan ramadan.

Salah satu titik operasi pasar murah yang digelar hari ini berlangsung di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim, Jalan Siwalankerto Utara II Nomor 42, Wonocolo, Surabaya, Minggu (25/02/2024).

Baca juga: Tak Tahan Hidup Buron, Liem Susilowati Serahkan Diri ke Jaksa Eksekutor

Penjabat Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menyatakan, salah satu harga bapok yang mengalami kenaikan adalah beras. Menurutnya, ini disebabkan oleh tingginya harga gabah kering giling di tingkat petani.

Diketahui harga gabah kering giling telah mencapai Rp 7.320 perkilogram atau sekitar 44,6 persen dari harga yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp5.000.

Selain beras, harga cabai juga masih tinggi. Rata-rata cabai rawit merah saat ini mencapai Rp 47.566 perkilogram atau naik Rp2.017 perkilogram, dan cabai merah besar Rp 71.017 perkilogram atau naik Rp13.753.

"Ini terjadi fluktuasi, apalagi kita tahu sebentar lagi kita sama-sama menjalankan ibadah bulan ramadan dan juga lebaran, Bapak Ibu sekalian pasti akan melihat akan terjadi kemahalan atau kenaikan harga, mudah-mudahan tidak" ujarnya.

Adhy memastikan bila harga daging sapi, ikan maupun unggas tidak mengalami kenaikan yang siginifikan.

"Ini musim hujan, panennya kena hujan, kemudian tingkat keawetannya untuk disimpan itu juga hanya enam hari, ini yang sedang kita lakukan bagaimana distribusi, tanam itu tidak harus bersamaan," ucapnya.

Baca juga: Rayakan 10 Tahun Perjalanan, Four Points by Sheraton Surabaya Hadirkan #FYP Moments

Kemudian dalam operasi pasar murah ini sejumlah komoditas dijual dengan harga yang lebih wajar. Seperti beras premium yang dijual seharga Rp51.000 per lima kilogram. Lalu gula pasir dengan harga Rp15.000 perkilogram, telur ayam ras Rp24.000 perkilogram, dan minyak goreng dengan harga Rp13.000 per liter.

Ketentuannya, dalam pasar murah ini per orang hanya boleh membeli beras maksimal 10 kilogram, gula dan telur ayam ras maksimal satu kilogram dan minyak goreng maksimal dua liter.

"Pasar murah ini sangat membantu masyarakat. Dengan ketersediaan bahan pokok yang wajar bukan yang paling murah tapi yang wajar, yang terjangkau oleh masyarakat," jelasnya.

Adhy menegaskan, saat ini ini Pemprov Jatim tengah berkoordinasi dengan berbagai stakeholder supaya bisa menjaga cadangan pangan dalam beberapa bulan ke depan. Mereka juga membuat korporasi petani dan nelayan agar produk-produk mereka tetap terjaga dan ada di Jawa Timur.

Baca juga: Anas Karno: Akurasi Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kunci Kebijakan Pembangunan Surabaya

"Jangan sampai hilang, beras kita surplus, 30 persen kita jaga untuk cadangan kita sendiri, jangan sampai orang Jatin yang petaninya banyak menghasilkan lebih tapi membeli berasnya tetap beras orang lain," pesannya

Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga menjalin kerjasama dengan berbagai mitra untuk menjaga kestabilan harga seperti Bulog dan BUMD. Pihaknya juga meminta Disperindag Jatim, BUMD serta mitra lainnya untuk menggelar pasar murah di sejumlah kota/kabupaten di Jatim

"Dengan suplai yang tetap kita jaga, dengan harga yang memang murah, dan membuat distribusinya tetap lancar," jelasnya.

Editor : Achmad S



Berita Terkait