Khofifah Terima Penghargaan Tokoh Nasional Peduli Ekonomi Kerakyatan dari PWI Jatim

Khofifah Terima Penghargaan Tokoh Nasional Peduli Ekonomi Kerakyatan dari PWI Jatim © mili.id

Gubernur Khofifah terima penghargaan Tokoh Nasional Peduli Ekonomi Kerakyatan dari PWI Jatim (Foto: Biro Adm Pimpinan/mili.id)

Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan sebagai Tokoh Nasional Peduli Ekonomi Kerakyatan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur.

Penghargaan diserahkan Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim kepada Khofifah dalam gelaran Prapanca Jazz 2024 sebagai bagian dari opening ceremony rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2024 di Gedung Kesenian Cak Durasim Surabaya pada Kamis (1/2/2024) malam.

Baca juga: Gubernur Khofifah Pimpin Panen dan Tanam Tebu Serentak Program Bongkar Ratoon di Malang, Genjot Produktivitas dengan Target 54.897 Hektar di Tahun 2026

PWI Award digelar dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2024 dan HUT ke-78 PWI.

Penghargaan ini diberikan karena Khofifah dinilai sebagai tokoh yang konsisten dan kepeduliannya yang tinggi dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan , khususnya terhadap kemajuan dan perkembangan perekonomian UMKM di Jatim.

Khofifah menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada seluruh insan pers yang selama ini telah membantu mengedukasi masyarakat. Utamanya berkaitan dengan program-program pembangunan, peningkatan ekonomi dan kesejahteran masyarakat.

"Terima kasih kepada seluruh kawan-kawan PWI di Jawa Timur. Kinerja dan sinergi yang luar biasa selama ini, karena semua informasi yang terdesiminasikan oleh insan media di Jatim khususnya berkaitan dengan program Reformasi Birokrasi (RB) berdampak," ujar Khofifah dalam siaran pers yang diterima mili.id, Jumat (2/2/2024).

Gubernur Khofifah terima penghargaan Tokoh Nasional Peduli Ekonomi Kerakyatan dari PWI JatimGubernur Khofifah terima penghargaan Tokoh Nasional Peduli Ekonomi Kerakyatan dari PWI Jatim

Menurut Khofifah, penyebaran program RB berdampak menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan ekonomi kerakyatan di Jatim.

Setidaknya ada empat program RB berdampak yang telah dimaksimalkan di Jatim, yaitu penurunan kemiskinan, peningkatan investasi, maksimalisasi digitalisasi dan memaksimalkan program aktual dari presiden.

"Kemiskinan ekstrem di Jatim turun secara ekstrem. Tahun 2021, kemiskinan ekstrim kita sebesar 4,4 persen dan per Maret 2023, jumlah kemiskinan ekstrem turun hingga menjadi 0,82 persen," ungkapnya.

Baca juga: Jawa Timur Terima Penghargaan KPK RI; Gubernur Khofifah : Bukti Komitmen Wujudkan Implementasi E-Learning ASN Berintegritas

"Dan saya meyakini untuk September 2023 kalau keluar hasilnya akan turun lagi semoga mendekati nol persen. Mungkin di bulan Maret atau April ini keluar," tambah Khofifah.

Sementara dari segi investasi, Khofifah menyebutkan adanya peningkatan penanaman modal asing dan dalam negeri yang sangat signifikan.

Realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Jatim di Triwulan IV 2023 mencapai Rp45 triliun dan total Tahun 2023 mencapai Rp145 triliun.

Secara rinci, capaian realisasi investasi Tahun 2023 secara year on year meningkat 31,5 persen dari Tahun 2022. Peningkatan terjadi pada realisasi PMA yang mencapai 56,3 persen. Sementara untuk PMDN mencapai 14,7 persen.

"Selama 5 tahun terakhir PMA dan PMDN di Jawa Timur meningkat sangat signifikan. Alhamdulillah, kita patut bersyukur capaian realisasi investasi Jatim tahun 2023 secara kumulatif sungguh luar biasa yakni mencapai Rp145,1 triliun," beber Khofifah.

Baca juga: Khofifah Ajak Gereja Perkuat Pembinaan Generasi Muda, Soroti Ancaman Pinjol dan Kesehatan Mental

"Dan InsyaAllah industri manufaktur kita per Mei 2024 atau 4 bulan lagi, akan meningkat dari 31 persen menjadi 35 persen, sudah setara dengan Jerman. Tentunya peningkatan ini salah satunya karena adanya pembangunn foil tembaga terbesar di dunia di wilayah KEK Gresik," imbuhnya.

Program RB berdampak selanjutnya, menurut Khofifah adalah digitalisasi. Terbukti hingga kini Pemprov Jatim telah menjalin kerja sama dengan Kings College London khususnya berkaitan dengan digital future.

"InsyaAllah September tahun ini sudah dimulai program master degree untuk digital future. Kenapa kita lakukan ini, karena kalau Jawa Timur sudah terkonfirmasi 35 persen untuk industri manufaktur per Mei tahun ini sehingga kita perlu melakukan perombakan adaptasi yang akhirnya berpengaruh pada peningkatan investasi dan manufaktur kita," papar dia.

Kemudian dari sektor digital IT, Pemprov Jatim tercatat menjadi yang terbaik dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dari seluruh provinsi di Indonesia. Tak hanya itu, Jatim juga tercatat sebagai pengguna E-katalog Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) dalam proses pembelanjaan daerah terbanyak nasional.

"Dari semua provinsi di Indonesia, E-Katalog terbanyak dari Jawa Timur. Ini artinya bahwa ekosistem disini sudah terbangun sangat baik. Sehingga kemudian bisa dilakukan mentoring kepada kabupaten/kota untuk melakukan hal yang sama," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait