Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto Muhammad Husin. (Nana/mili.id)
Mojokerto, mili.id - Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto mengaku bakal menyerap hasil panen raya jagung petani di Kabupaten Mojokerto.
Saat ini, kondisi harga jual jagung anjlok hingga Rp 3.500 per kilogram di Kabupaten Mojokerto dan membuat resah kalangan petani saat musim panen dan berharap harga jual jagung pipil bisa sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Bulog Rp5.500 per kilogram.
Dimana seharusnya sesuai Badan Pangan Nasional (Bapanas) penyerapan hasil panen petani jagung bisa dilaksanakan sejak awal diberlakukannya HPP Rp 5.500 per kilogram (kg) yang berlaku mulai Februari 2025 tahun ini.
"Kita bisa langsung saat ini akan melakukan penyerapan. Ketika ada panen di satu daerah akan langsung diserap, kita akan berkoordinasi dengan dinas pertanian dan Polres tentunya terkait mana-mana lokasi yang ada panen jagung," ujar Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto Muhammad Husin, Jumat (21/2/2025).
Meski begitu, Husin mengaku, ada syarat atau ketentuan produk panen jagung yang bisa dibeli oleh Bulog dari tangan petani. Yakni, berupa pipil jagung yang sudah dalam kondisi kering, bersih, dalam kemasan, dan siap angkut.
"Jagung yang kami serap dan kami beli sesuai Badan Pangan Nasional (Bapanas). Yaitu, jenis pipilan kering, jadi jagung sudah dibersihkan, sudah dikemas dan siap angkut oleh kami," bebernya.
Nantinya, lanjut Husin, hasil panen jagung yang dibeli dari tangan petani maupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) akan disimpan di gudang Bulog dengan harga sesuai HPP Rp 5.500 per kilogram (kg).
Sementara penjualan jagung peruntukan makan ternak itu, masih menunggu instruksi dari Bapanas. Sebab menurut Husin, hasil panen yang dibeli difokuskan sebagai stok cadangan nasional.
"Kita tidak melakukan pengolahan, kita langsung melakukan penjualan. Tapi kita simpan dulu di gudang Bulog, dan masih menunggu petunjuk pusat dalam hal ini Bapanas seperti apa," pungkasnya.
Editor : Achmad S
