Harga Sembako di Jawa Timur Stabil, Cabai Masih Fluktuatif
Selasa, 14 Apr 2026 14:25 WIBHarga Sembako di Jawa Timur Stabil, Cabai Masih Fluktuatif
Harga Sembako di Jawa Timur Stabil, Cabai Masih Fluktuatif
Menjelang Bulan Suci Ramadan, harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Cianjur mengalami kenaikan signifikan. Harga cabai merah dan cabai rawit merah dilaporkan menembus kisaran Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram (kg) pada Senin (9/2/2026
Cabai dalam kondisi bagus dan segar, harga per kilogramnya bahkan mencapai Rp100 ribu.
Sedangkan laju inflasi tahun ke tahun (YoY), untuk periode Januari 2024 hingga Januari 2025 di Kabupaten Mojokerto sebesar 1,98 persen.
Kenaikan harga cabai merah besar ini disebabkan oleh musim yang tidak menentu, sehingga berpengaruh pada hasil produksi.
Agar tetap stok cabai aman, pedagang mie ayam ini meminta pasokan saudaranya yang ada di Surabaya.
"Panen paksa karena butuh uang, gak ada yang dijual lagi," ungkap salah satu petani.
Surat itu dibuat imbas merosotnya harga cabai besar hingga menyentuh level Rp3.500 per kilogram.
Tak hanya tercekik, ancaman gulung tikar sudah didepan mata.
Cabai hasil panen pada masa tanam sebelumnya sudah mulai habis, namun belum memasuki masa panen cabai berikutnya.
Kebanyakan masakan khas Indonesia identik dengan cabai sebagai bahan pokok pembuat makanan.
Budi daya cabai ini berbeda dengan pola tanam yang digunakan pria asal Desa Tempuran, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.
Harga cabai ini terus naik dalam sepekan ini harga cabai tembus Rp 90 ribu per kg.
Cabai rawit yang diperoleh dari para petani kecil di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto itu dikemas dengan kresek ukuran 1/4 kilogram dan dijual di bawah harga pasaran.