Cabai Rawit Bikin Inflasi di Mojokerto, Ini Faktornya

Cabai Rawit Bikin Inflasi di Mojokerto, Ini Faktornya © mili.id

Petani cabai di Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Foto : (nana/mili.id)

Mojokerto, mili.id - Adanya kenaikkan harga cabai rawit belakangan menjadi penyumbang terbesar inflasi di Kabupaten Mojokerto sejak awal tahun 2025. Ini terjadi di saat daerah kota/kabupaten Jawa Timur, provinsi hingga nasional mengalami deflasi.

Data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menyebutkan, dari 11 kota/kabupaten IHK di Jawa Timur mengalami deflasi, dan Kabupaten Mojokerto menjadi satu-satunya daerah yang mencatat inflasi.

Baca juga: Residivis Curanmor Ditangkap Saat Berburu Target, Polisi Ungkap Empat Lokasi Aksi Pelaku

"Kabupaten Mojokerto menjadi daerah satu-satunya mencatat inflasi sebesar 0,27 persen. Berbanding terbalik nasional, provinsi, kab atau kota IHK lainnya di Jawa Timur, seluruhnya mengalami deflasi pada Januari 2025," jelas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto Bambang Eko Wahyudi, Rabu (12/2/2024).

Bambang Eko mengatakan, hasil kajian sesuai data di lapangan bahwa kenaikan inflasi di Bumi Majapahit sejak periode Januari dipengaruhi melonjaknya harga cabai rawit.

Adapun pemicu kenaikan harga cabai rawit akibat faktor cuaca ekstrem. Mulai dari curah hujan tinggi yang menyebabkan banjir di beberapa area pertanaman, dampak angin kencang dan serangan hama.

"Faktor tersebut mengakibatkan produksi maupun pasokan ke masyarakat mengalami penurunan. Sehingga harga naik yang dampaknya memicu inflasi di Kabupaten Mojokerto," bebernya.

Baca juga: Kapolres Mojokerto Kota Ajak Ojol, PKL dan Tukang Becak Jadi Mitra Menjaga Kondusivitas Kota

Menurut Bambang, laju inflasi turut diimbangi dengan adanya deflasi dari berbagai komoditas. Penyumbang deflasi terbesar di Kabupaten Mojokerto pada bulan Januari 2025 adalah daging ayam ras yang mengalami penurunan harga.

Penurunan harga daging ayam ras diduga akibat produksi daging ayam yang tinggi. Hanya saja tidak diimbangi oleh permintaan pasar yang sebanding.

"Sehingga terjadi surplus pasokan yang menekan harga turun," ucapnya.

Baca juga: Polres Mojokerto Kota Antisipasi Dini Peredaran Vape Narkoba, Gandeng Vape Store hingga Sekolah

Sementara, laju inflasi tahun kalender (kumulatif) Kabupaten Mojokerto Januari 2025 mencapai 0,27 persen.

"Sedangkan laju inflasi tahun ke tahun (YoY), untuk periode Januari 2024 hingga Januari 2025 di Kabupaten Mojokerto sebesar 1,98 persen," pungkasnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait